Kurang Tidur Dapat Menyebabkan Penyakit Jantung

Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. 

Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung. Untuk melakukannya, kita perlu mengetahui bagaimana caranya agar jantung kita tetap sehat, apa yang harus dihindari dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Kurang mendapatkan waktu tidur dan kelebihan tidur ternyata sama-sama memiliki dampak buruk terhadap kesehatan jantung di lain hal orang yang tidur terlalu banyak memiliki prevalensi lebih tinggi mengalami nyeri dada (angina) dan penyakit arteri koroner
Apa itu penyakit jantung? Sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. 

Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.

Berdasarkan analisis data lebih dari 3.000 pasien berusia di atas 45 tahun yang berpartisipasi dalam US National Health and Nutrition Examination Survey untuk melihat hubungan antara durasi tidur dan kesehatan jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendapat tidur terlalu sedikit (kurang dari 6 jam) dua kali lebih mungkin untuk mengalami serangan stroke atau jantung dan 1,6 kali lebih mungkin untuk mengalami gagal jantung kongestif. Sementara mereka yang tidur lebih dari delapan jam semalam, dua kali lebih mungkin untuk mengalami angina dan 1,1 kali lebih mungkin menderita penyakit arteri koroner.

Temuan ini juga telah memperhitungkan faktor risiko jantung seperti usia, kadar kolesterol darah, merokok dan obesitas, serta untuk sleep apnea dan masalah tidur lainnya. Peneliti mencatat, riset sebelumnya telah menunjukkan bahwa kurang tidur berhubungan dengan sistem saraf yang hiperaktif, intoleransi glukosa, diabetes, peradangan, peningkatan hormon stres dan tekanan darah.

Terkait hubungan antara tidur yang terlalu lama dan risiko masalah jantung sampai saat ini masih tidak jelas. Menurut peneliti, perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat hubungan antara keduanya. “Dokter harus mulai menanyakan pasien tentang kebiasaan tidur mereka, terutama mereka yang berisiko lebih besar terkena penyakit jantung,” kata Arora.Dr. Rohit Arora, kepala kardiologi dari Chicago Medical School.
Lebih baru Lebih lama