Persoalan suster ngesot palsu ditendang satpam terus berlanjut ke jalur hukum.
Polretabes Bandung terus mengusut kasis ini. Mega Tri Pratiwi (20), sang "suster ngesot", sudah dua kali dipanggil untuk dimintai keterangan. Tiga saksi lainnya juga sudah dimintai keterangan.
Sementara Sunarya, sang satpam, dimintai keterangannya pada Jumat lalu. "Saya sangat syok dengan kejadian ini," ucap Ossie Himawan, Director of Public Relations Bird Management, pengelola apartemen Galeri Ciumbeulit, tempat Sunarya bertugas, mengulang ucapan sang satpam.
"Dari hasil pemeriksaan, kami bisa menentukan apakah kasus ini bisa diselesaikan secara damai atau tidak. Itu tergantung dari pihak pelapor," ujar Kabag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami. Endang berjanji polisi tidak berpihak dalam menyelesaikan masalah ini. Polisi sudah mengantongi barang bukti berupa hasil visum dan patahan gigi Mega. Polisi juga sudah mengamankan rekaman CCTV yang menyoroti kejadian Suster Ngesot ditendang.
Sebenarnya apa yang terjadi pada Sabtu dini hari itu? Versi Mega, ia dan kawan-kawannya berencana membuat kejutan untuk Fitra. Rencananya dikomunikasikan lewat BlackBerry Messenger (BBM). "Akhirnya diputuskan, saya jadi Suster Ngesot. Pertimbangannya karena rambut saya lebih panjang," tulis Mega di blognya, www.megavandjabir.blogspot.com.
Diceritakan Mega, tepat pukul 02.00, Mega mendapat kabar, Fitra Mahaly, yang berulang tahun hari itu, dan beberapa temannya sudah akan naik ke atas.
Tanpa makeup dan hanya bermodal baju lace putih, Mega langsung mengambil posisi di depan pintu lift. "Semua sudah diatur, sengaja kami memakai lift barang agar tidak meresahkan pihak lain," beber Mega di blognya. Semua sudah berada di posisi, pintu lift pun terbuka. "Tiba-tiba ada hantaman keras ke muka sebelah kiri saya," ucap Mega.
Menurut versi manajemen, satpam yang menjaga harus memeriksa setiap lantai secara berkala. Sunarya yang malam itu bertugas, di memeriksa setiap lantai apartemen. Saat akan naik lift barang, Sunarya ditemani seorang karyawan lain. Di lift barang itulah mereka berpapasan dengan Fitra dan teman-temannya. Pintu lift terbuka di lantai 17, menyeruak sosok Suster Ngesot. Semua orang ketakutan dan mundur. Sunarya yang berada di depan secara refleks menendang si Suster Ngesot.
Berdasarkan rekaman, Sunarya hanya sekali menendang dan penyamaran Mega terbongkar. "Jika mereka berkoordinasi dengan pihak keamanan, insiden ini tidak akan terjadi," sesal Ossie. Mega rupanya anak pemilik apartemen kamar 2217, atas nama Titin. "Kami menyesalkan Mega tidak melapor terlebih dahulu saat akan menginap di apartemen kami. Padahal itu sudah menjadi aturan," lanjut Ossie.
Pihak manajemen berinisiatif mengambil jalan kekeluargaan dengan berdamai. Namun keluarga Mega memilih jalur hukum. | Sumber