Bali siap jadi tuan rumah konser Lady Gaga

Bali siap menampung konser Lady Gaga jika konser di Jakarta tetap dilarang. 

Kisruh perizinan konser Lady Gaga di Jakarta mendorong DPRD Bali menawarkan diri menjadi tuan rumah konser penyanyi berjulukan Mother Monster tersebut.

"Konser itu akan menjadi kebanggaan buat kita di Bali karena mendatangkan artis sekaliber Lady Gaga tidak mudah," kata I Made Arjaya, ketua Komisi I DPRD Bali pada BBC Indonesia.

"Saya pikir itu akan lebih banyak keuntungannya buat kita, kalau ke Bali kita welcome," ia menambahkan. 

Gaga dijadwalkan mengadakan konser di Gelora Bung Karno 3 Juni mendatang dan 43 ribu tiket telah laku terjual namun Mabes Polri belum mengeluarkan izin karena Polda Metro Jaya tidak memberikan rekomendasi.

Kepolisian beralasan izin tidak diberikan karena Lady Gaga dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai norma di Indonesia dan berpotensi memicu kerusuhan.

Akan tetapi menurut Arjaya, hal itu semestinya tidak perlu dikhawatirkan.

"Jika jadi menggelar konser di sini, mereka pasti akan menyesuaikan a la Indonesia," kata dia.

Ancaman
Lady Gaga yang pada 2010 dinobatkan oleh majalah TIME sebagai orang paling berpengaruh di dunia, memikat para penggemar dengan gaya busana yang tidak konvensional, musik serta lagu-lagunya yang menyuarakan kebebasan dan kesetaraan gender.

Penjualan tiket yang digelar promotor Big Daddy Entertainment pada 10 Maret lalu menjadi berita tersendiri karena 24 jam sebelumnya para little monster, sebutan untuk penggemar Lady Gaga, sudah antre dengan mengenakan berbagai kostum unik. 

Namun beberapa pekan lalu, ormas Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa menolak kedatangan Gaga dan menyebutnya sebagai 'pembawa ajaran setan.' FPI mengumumkan mereka telah membeli 150 tiket konser dan siap membuat kekacauan jika konser tetap dilaksanakan.

Tetapi menurut Arjaya, tidak akan ada penolakan terhadap Lady Gaga di Bali.

"Kita terbuka untuk budaya apa pun. Akulturasi budaya di mana pun akan terjadi dan perubahan akan terus terjadi dan kita yakin budaya Indonesia tidak akan mudah terpengaruh dengan budaya luar," kata dia.

"Masing-masing punya proteksi terhadap budaya luar jadi kalau promotor mau, silakan datang ke Bali," kata Arjaya. | BBC Indonesia
Lebih baru Lebih lama