Kotak hitam pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, berhasil ditemukan anggota Kopassus dalam kondisi terbakar, sekitar 100 meter di atas lokasi bagian ekor pesawat di tebing jurang tempat jatuhnya pesawat Rusia tersebut.
Penemu kotak hitam (Black Box) pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100), Lettu Taufik, dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memperlihatkan benda penting yang ditemukannya saat jumpa pers di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5).Kotak hitam (Black Box) pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100) yang jatuh di kawasan Gunung Salak berhasil ditemukan di dalam jurang di tempat jatuhnya pesawat Rusia tersebut.
Personel Polisi Militer mengamankan Black Box (Kotak Hitam) Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) dan contoh kotak hitam seusai diserahterimakan dari Basarnas kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Lapangan Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/5). Kotak hitam, atau Cockpit Voice Recorder (CVR) Sukhoi Superjet 100 tersebut selanjutnya akan diteliti pihak KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat Rusia di tebing jurang di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat, pada 9 Mei 2012.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Daryatmo (keempat kiri), menyerahkan Black Box (Kotak Hitam) Sukhoi Superjet 100 kepada Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi (kedua kiri), disaksikkan Ketua Tim SAR Rusia Mikhael Cupalenkov (ketiga kiri), di Lapangan Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/5). Kotak hitam, atau Cockpit Voice Recorder (CVR) Sukhoi Superjet 100 tersebut selanjutnya akan diteliti pihak KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat Rusia di tebing jurang di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat, pada 9 Mei 2012.
Ketua Tim SAR Gabungan Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Infantri AM Putranto (kanan), didampingi Kepala Penerangan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letkol Taufik Sobri (kiri), dan penemu kotak hitam (Black Box) pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100) Lettu Taufik (tengah), memberi keterangan pers di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5). Kotak hitam (Black Box) pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100) yang jatuh di kawasan Gunung Salak berhasil ditemukan di dalam jurang di tempat jatuhnya pesawat Rusia tersebut.
Ketua Tim SAR Gabungan Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Infantri AM Putranto (kanan), didampingi penemu kotak hitam (Black Box) pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100) personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Lettu (Inf) M Taufik Akbar (kiri), memperlihatkan kotak hitam saat memberi keterangan pers di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5). Kotak hitam pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, berhasil ditemukan anggota Kopassus dalam kondisi terbakar, sekitar 100 meter di atas lokasi bagian ekor pesawat di tebing jurang tempat jatuhnya pesawat Rusia tersebut.
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Daryatmo (tengah), didampingi Ketua Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Marsda (Pur) Tatang Kurniadi (kiri), dan sejumlah pimpinan instansi terkait memberi keterangan pers mengenai penemuan Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat Sukhoi Super Jet (SSJ) 100 di Posko Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Senin (14/5). Tim SAR Gabungan menemukan ELT atau perangkat kompak yang dapat digunakan untuk mengantar transmisi radio pada pesawat sehingga memberikan lokasi akurat saat penyelamatan pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang menabrak tebing di Gunung Salak, pada kedalaman 600 meter di bawah tebing jurang.
Sejumlah personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD membawa bagian dari perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat Sukhoi Super Jet (SSJ) 100 saat akan digelar jumpa pers di Posko Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Senin (14/5). Tim SAR Gabungan menemukan ELT atau perangkat kompak yang dapat digunakan untuk mengantar transmisi radio pada pesawat sehingga memberikan lokasi akurat saat penyelamatan pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang menabrak tebing di Gunung Salak, pada kedalaman 600 meter di bawah tebing jurang.
Sejumlah personel TNI menyaksikkan perkembangan terakhir proses evakuasi pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100) melalui layar televisi di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5). Masa evakuasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100) yang jatuh di kawasan Gunung Salak akan diperpanjang selama tiga hari.
Tim penyelamat mengangkat kantung jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Posko Cijeruk, Bogor, Jabar, Selasa (15/5). Pada evakuasi hari keenam tim penyelamat telah mengangkut 29 kantung jenazah untuk dikirim ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk diotopsi.
Tim penyelamat mengangkat kantung jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Posko Cijeruk, Bogor, Jabar, Selasa (15/5). Pada evakuasi hari keenam tim penyelamat telah mengangkut 29 kantung jenazah untuk dikirim ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk diotopsi.
Dua orang anggota tim Rusia berbincang dengan pasukan TNI AU di helipad Posko Cijeruk, Bogor, Jabar, Selasa (15/5). Izin melakukan evakuasi pesawat Sukhoi Superjet 100 bagi tim Rusia habis karena tim Rusia hanya diizinkan melakukan pendakian selama tiga hari.
Sejumlah petugas memindahkan kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 dari tenda Disaster Victims Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (14/5). Hingga Senin (14/5) siang, sudah 25 kantong jenazah berada di RS Polri dan menjalani proses identifikasi.
Petugas memindahkan kantong berisi jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet-100 dari tenda Disaster Victims Identification (DVI) ke dalam ruang pendingin di Rumah Sakit Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta, Rabu (16/5). Sebanyak 27 kantong jenazah selesai diidentifikasi tim DVI gabungan Indonesia dan Rusia. | VivaNews