Kekuasaan akan meningkatkan jumlah dopamin di otak dan menyebabkan ketagihan
Para elit politik dan babon mempunyai persamaan yang unik, ketika mereka diberi kekuasaan politik keduanya akan merasa ketagihan, demikian kesimpulan Dr. Ian Robertson dalam artikelnya di Telegraph.Selain ketagihan, demikian papar penulis buku “The Winner Effect: How Power Affects Your Brain” itu, kekuasaan politik juga bisa membuat manusia dan babon agresif secara seksual, kecendrungan yang bisa menjelaskan perilaku para politisi yang terungkap akhir-akhir ini.
Robertson tiba pada kesimpulan itu setelah menemukan bahwa jika seekor babon “dipromosikan” ke posisi yang lebih tinggi dalam kelompoknya, maka jumlah dopamin di sejumlah bagian kunci otaknya akan meningkat.
Dopamin pada otak mempunyai efek yang sama dengan kokain, menimbulkan ketagihan. Hormon itu bekerja dengan membajak sistem imbalan (rewards system) pada otak yang memang akan memberikan sensasi nikmat dalam waktu singkat tetapi menyebabkan ketagihan dalam jangka panjang.
Adapun kekuasaan politik, baik pada lelaki dan perempuan yang mengembannya, bisa mengubah otak dan memantik produksi tetosteron.
Tetosteron dan salah satu produknya yang disebut 3-androstanediol, bersifat adiktif, terutama karena keduanya meningkatkan jumlah dopamin di nukleus akumbens, bagian yang berhubungan dengan sistem imbalan.
Nah, reaksi yang terjadi pada otak babon, juga akan dialami oleh manusia, khususnya politisi. Tidak heran jika pernah merasakan empuknya kekuasaan, politisi seperti presiden misalnya, akan mengejar lagi kursi yang sama di periode berikutnya.
Hanya saja pada manusia, kekuasaan juga membuatnya lebih cerdas, karena dopamin juga meningkatkan fungsi dari lobus frotal, bagian di otak besar yang mengatur prilaku manusia. Sebaliknya, ketika terjadi penurunan status maka akan menyebabkan stress dan berkurangnya fungsi kognitif.
Tetapi jika manusia, demikian juga babon, diberikan terlalu banyak kekuasaan maka level dopamin di otak juga akan meningkat dan menyebabkan penilaian yang salah kemudian berujung kepada pengambilan keputusan yang keliru.
Selain itu, Robertson menegaskan bahwa reaksi hormonal yang melibatkan dopamin itu juga akan menyebabkan babon lebih aktif dan agresif secara seksual, hampir sama ketika manusia juga diberikan kekuasaan lebih. | BeritaSatu