Penggemar Lady Gaga harus menelan kekecewaan. Idolanya tidak diizinkan manggung di Indonesia.
Konser penyanyi Lady Gaga di Jakarta batal. Front Pembela Islam (FPI) mengancam membubarkan konser jika Lady Gaga nekad manggung. Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin menyelenggarakan konser 3 Juni 2012 karena alasan keamanan .
Lady Gaga dikenal sebagai penyanyi nyentrik. Sejak debutnya tahun 2008, Gaga sukses menarik perhatian publik dengan gayanya yang unik bahkan mendekati ekstrem. Pilihan lagu, gaya panggung, kostum hingga kehidupan sehari-hari sang penyanyi selalu menarik dibahas.
Lady Gaga pernah mewujudkan ide “gila” mengenakan kostum panggung berlapis daging mentah. Kostum tersebut sekarang menjadi koleksi museum Rock and Roll Hall of Fame.
Habieb Rizieq, Ketua Umum FPI mengatakan Lady Gaga adalah simbol setan dan ikon iblis internasional. Menurut Rizieq penyanyi yang dijuluki mother monster itu tidak pantas dan tidak boleh masuk ke wilayah Indonesia yang religius.
Gaga memang pernah mengenakan kostum ala setan dengan dua tanduk menjulang. Dia juga pernah memakai kostum Anubis, dewa penjaga orang-orang mati dalam mitologi Mesir.
Pada penampilan panggung lainnya, Gaga bernyanyi berlumur darah. Sebagian orang menganggap aksi tersebut sebagai ritual pengorbanan kepada setan.
Lady Gaga dianggap mendukung orientasi seksual sejenis. Sebagian orang lainnya menilai lirik lagu yang dibawakan Lady Gaga menghina agama.
Komunitas agama Biblemode Youth Philippines menuding Lady Gaga menghina Kristen. Dalam albun “Born This Way” yang dirilis tahun 2011, Gaga menyanyikan satu lagu berjudul Judas.
Biblemode Youth Philippines menolak konser Lady Gaga di Manila yang rencananya digelar 21 dan 22 Mei 2012. Wali Kota Distrik Pasay Manila akhirnya memberikan ”lampu hijau” asal Gaga naik panggung dengan penampilan sopan dan tidak menghina agama.
Banyak pihak di Indonesia menilai keputusan polisi melarang konser Lady Gaga sebagai tindakan berlebihan. Soal busana misalnya, banyak artis lokal yang berpakaian lebih terbuka namun bisa bebas naik panggung tiap malam.
”Kalau melihat alasan itu, yang lebih erotis dari Lady Gaga banyak di sini. Tayangan-tayangan YouTube dan acara musik dangdut di daerah apa nggak lebih vulgar?” kata pengamat musik, Denny Sakrie.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), KH Said Aqil Siroj yakin warga Nahdliyin tidak akan terganggu keimanannya hanya karena konser Lady Gaga.
”Bagi NU iman tak akan goyah, akhlak tak akan merosot hanya karena kedatangan Lady Gaga,” ujar KH Said Aqil Siroj seperti dikutip Vivanews.
Harus diakui apa yang dilakukan Lady Gaga tidak lebih dari ekspresi seni. Agar diingat juga, prestasi perempuan berusia 23 tahun ini sejajar dengan ulah nyelenehnya. Gaga setidaknya mengkoleksi 207 penghargaan musik.
Sejak muncul tahun 2008, Lady Gaga 6 kali masuk nominasi menerima Grammy Awards. Dia juga berjaya di American Music Awards dan ajang penghargaan musik lainnya. Lady Gaga masuk dalam daftar perempuan paling berpengaruh tahun 2010 versi majalah Forbes.
Lady Gaga dikenal sebagai aktivis anti bullying dan memperjuangkan hak kaum gay, biseksual, dan transgender melalui Yayasan Born This Way yang didirikaannya.
Lalu apa yang salah dengan rencana konser Lady Gaga? Kembali mengutip pernyataan Ketua PB NU Said Aqil Siroj, kedatangan sang mother monster tak berhubungan dengan iman dan moral bangsa ini.
“Kita kalau mau jahat nggak usah liat Lady Gaga, di komputer juga banyak. Bagi NU tak ada masalah. Seribu Lady Gaga tak akan mengubah iman.” | Ema Arifah / Angga Haksoro, VhrMedia
Lady Gaga dikenal sebagai penyanyi nyentrik. Sejak debutnya tahun 2008, Gaga sukses menarik perhatian publik dengan gayanya yang unik bahkan mendekati ekstrem. Pilihan lagu, gaya panggung, kostum hingga kehidupan sehari-hari sang penyanyi selalu menarik dibahas.
Lady Gaga pernah mewujudkan ide “gila” mengenakan kostum panggung berlapis daging mentah. Kostum tersebut sekarang menjadi koleksi museum Rock and Roll Hall of Fame.
Habieb Rizieq, Ketua Umum FPI mengatakan Lady Gaga adalah simbol setan dan ikon iblis internasional. Menurut Rizieq penyanyi yang dijuluki mother monster itu tidak pantas dan tidak boleh masuk ke wilayah Indonesia yang religius.
Gaga memang pernah mengenakan kostum ala setan dengan dua tanduk menjulang. Dia juga pernah memakai kostum Anubis, dewa penjaga orang-orang mati dalam mitologi Mesir.
Pada penampilan panggung lainnya, Gaga bernyanyi berlumur darah. Sebagian orang menganggap aksi tersebut sebagai ritual pengorbanan kepada setan.
Lady Gaga dianggap mendukung orientasi seksual sejenis. Sebagian orang lainnya menilai lirik lagu yang dibawakan Lady Gaga menghina agama.
Komunitas agama Biblemode Youth Philippines menuding Lady Gaga menghina Kristen. Dalam albun “Born This Way” yang dirilis tahun 2011, Gaga menyanyikan satu lagu berjudul Judas.
Biblemode Youth Philippines menolak konser Lady Gaga di Manila yang rencananya digelar 21 dan 22 Mei 2012. Wali Kota Distrik Pasay Manila akhirnya memberikan ”lampu hijau” asal Gaga naik panggung dengan penampilan sopan dan tidak menghina agama.
Banyak pihak di Indonesia menilai keputusan polisi melarang konser Lady Gaga sebagai tindakan berlebihan. Soal busana misalnya, banyak artis lokal yang berpakaian lebih terbuka namun bisa bebas naik panggung tiap malam.
”Kalau melihat alasan itu, yang lebih erotis dari Lady Gaga banyak di sini. Tayangan-tayangan YouTube dan acara musik dangdut di daerah apa nggak lebih vulgar?” kata pengamat musik, Denny Sakrie.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), KH Said Aqil Siroj yakin warga Nahdliyin tidak akan terganggu keimanannya hanya karena konser Lady Gaga.
”Bagi NU iman tak akan goyah, akhlak tak akan merosot hanya karena kedatangan Lady Gaga,” ujar KH Said Aqil Siroj seperti dikutip Vivanews.
Harus diakui apa yang dilakukan Lady Gaga tidak lebih dari ekspresi seni. Agar diingat juga, prestasi perempuan berusia 23 tahun ini sejajar dengan ulah nyelenehnya. Gaga setidaknya mengkoleksi 207 penghargaan musik.
Sejak muncul tahun 2008, Lady Gaga 6 kali masuk nominasi menerima Grammy Awards. Dia juga berjaya di American Music Awards dan ajang penghargaan musik lainnya. Lady Gaga masuk dalam daftar perempuan paling berpengaruh tahun 2010 versi majalah Forbes.
Lady Gaga dikenal sebagai aktivis anti bullying dan memperjuangkan hak kaum gay, biseksual, dan transgender melalui Yayasan Born This Way yang didirikaannya.
Lalu apa yang salah dengan rencana konser Lady Gaga? Kembali mengutip pernyataan Ketua PB NU Said Aqil Siroj, kedatangan sang mother monster tak berhubungan dengan iman dan moral bangsa ini.
“Kita kalau mau jahat nggak usah liat Lady Gaga, di komputer juga banyak. Bagi NU tak ada masalah. Seribu Lady Gaga tak akan mengubah iman.” | Ema Arifah / Angga Haksoro, VhrMedia
