Gangguan Bipolar pada remaja harus segera diatasi agar dapat menyelamatkan masa depannya dan bangsa.
"Masa awitan gangguan bipolar adalah di usia produktif. Bayangkan bila gangguan ini terabaikan tak tertangani. Akan ada banyak generasi penerus bangsa yang menjadi tersiakan," tutur dr. Handoko Daeng, SpKJ(K) dalam seminar media "Gangguan Bipolar: Dapatkah Dikendalikan?" di Ruang Dua Mutiara 1, Hotel JW Marriot Jakarta, Rabu (25/3/2012).
Lebih lanjut, dr. Handoko menyebutkan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan bipolar cenderung memiliki ide-ide yang brilian.
"Biasanya, pasien bipolar ini cerdas, mereka memiliki ide-ide cemerlang, berani berpikir beda akibat kondisi manik (lawan dari depresi) pada dirinya. Contoh Ernest Hemingway, (seorang jurnalis Amerika Serikat dan novelis ternama dunia) dan Vincent Van Gogh (pelukis legenda dari Belanda). Mereka berani berpikir out of the box dan keluar dari kebiasaan. Orang bipolar adalah risk taking behavior tinggi. Mereka bisa melahirkan ide-ide aneh yang menurut kita tidak bisa, mereka bisa. Berani berpikir kalau tidak sukses, ya jatuh. Banyak mereka jadi spekulan yang sukses," jelas Ketua Seksi Bipolar Perhimpunan Dokter Spesialis kedokteran Jiwa (PDSKJI).
Oleh karenanya, masyarakat disarankan untuk segera melakukan tindak lanjut pada kerabat yang dicurigai mengalami gangguan bipolar.
"Bila sudah ada tanda-tanda gangguan bipolar, harus segera mencari bantuan ahli yang tepat dan kompeten," jelasnya.
Orang dengan gangguan bipolar mudah sekali merasa putus asa, sedih, atau kosong, serta mudah sekali marah. Dia juga mengalami depresi, menarik diri tanpa sebab yang jelas selama dua pekan atau lebih berturut-turut. Selain itu, dia menderita insomnia atau hiperinsomnia, serta sering berpikiran untuk bunuh diri.
Pengobatan dini bertujuan untuk menyeimbangkan kembali zat-zat kimia alami otak. Obat ini disebut mood stabilizer. Dengan kemajuan teknologi kedokteran saat ini telah ditemukan beberapa jenis mood stabilizer yang bisa menjadi pilihan sesuai dengan keunikan penderita.
Meski tak dapat disembuhkan secara total, namun pengobatan dan terapi perawatan yang tepat dapat membantu pengendalian kekambuhan.
"Tujuan pengobatan adalah membuat kondisi pasien dapat lebih stabil dengan menjalankan perawatan, edukasi, terapi obat, serta info terhadap keluarganya agar senantiasa memberikan mereka dukungan dan kehangatan," ucap dr. Agung.
Telah banyak penderita bipolar yang bisa kembali bekerja dan berprestasi.
"Mereka sesungguhnya memiliki kemampuan yang potensional. Banyak anak remaja yang mengalami bipolar ini, sebelumnya mengalami penurunan kualitas hidup. Kuliah terbengkalai, misalnya. Tetapi setelah pengobatan, mereka bisa kembali lagi ke lingkungannya, hidup normal, dan berprestasi," tutupnya. | Gustia Martha Putri - Okezone
