Nobel Perdamaian Secara Resmi Akan Diterima Suu Kyi

Aung San Suu Kyi rencananya akan melakukan perjalanan ke Norwegia dan Inggris pada pertengan Juni mendatang. Di sela-sela pertemuan itu, Suu Kyi akan menerima secara resmi Nobel Perdamaian yang dimenangkannya 1991 silam.

Pengerahan Nobel Perdamaian bagi tokoh demokrasi Myanmar ini akan berlangsung di markas organisasi Nobel di Oslo, Norwegia. Saat dirinya memenangkan Nobel itu, Suu Kyi tengah menjalani tahanan rumah di Rangoon 1991 silam. Demikian diberitakan Pakistan Observer, Selasa (22/5/2012).

Penyerahan ini tentunya akan menjadi sejarah baginya yang diberikan paspor oleh Pemerintahan Myanmar setelah 24 tahun. Selama hampir dua dekade, Suu Kyi terpaksa mendekam di rumahnya karena pemerintahan junta militer menjatuhkan tahanan rumah kepadanya.

Tetapi sejak Presiden Thein Sein menjabat sebagai Presiden Myanmar, perubahan menuju reformasi telah membuat Myanmar menjadi lebih terbuka. Thein Sein pun membebaskan tahanan politik, yang berujung kembalinya Suu Kyi dalam politik Myanmar.

Sementara selain melakukan kunjungan ke Norwegia, perempuan berusia 66 tahun itu juga kan mengunjungi Inggris. Negeri Ratu Elizabeth memang tidak asing bagi Suu Kyi, mengingat dirinya pernah sekolah dan tinggal di sana bersama dengan suami dan kedua anaknya. Setelah Suu Kyi kembali ke Myanmar 1988 lalu, dirinya tidak bisa kembali ke Inggris, bahkan saat suaminya meninggal.

Tidak hanya Inggris yang akan dikunjungi oleh Suu Kyi, Irlandia pun tidak luput dari kunjungan Suu Kyi. Di Irlandia, Suu Kyi akan menerima beberapa penghargaan atas perjuangannya selama masih menjadi tahanan rumah. | Fajar Nugraha, OkeZone International
Lebih baru Lebih lama