Walaupun kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan, tapi apakah pantas jika kita menertawakan penderitaan orang lain. Terlebih lagi yang ditertawakan adalaha musibah tragedi yang belum mendapatkan jawabannya.
Rabu, 9 Mei 2012, Pesawat Sukhoi SJ-100 hilang kontak sejak pukul 14.33 WIB. Diduga pesawat tersebut menabrak tebing Gunung Salak. Sebelum hilang kontak, pilot pesawat Sukhoi tersebut sempat meminta izin turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki.
Terakhir kali terlihat, pesawat tersebut berada pada ketinggian 5.800 kaki atau 200 kaki di bawah izin terbang. Sampai dengan hari ini (Jumat, 11 Mei 2012) belum dapat dipastikan apakah ada yang selamat dari kejadian tersebut.
Sewajarnya, jika terjadi tragedi seperti ini kita hendaknya turut berbelasungkawa atas apa yang terjadi. Namun, pada kenyataannya ada juga yang menertawakan musibah ini.
Salah satunya adalah seorang pramugari dari sebuah maskapai Rusia, Aeroflot bernama Ekaterina Solovieva. Wanita tersebut menuliskan pada akun twitternya “A Cho, Superjet jatuh? Ha-ha-ha. Maaf, bukan di Aeroflot. Satu bakal berkurang.”.
Jelas saja, hal tersebut membuat geram seluruh pengguna Twitter. Mereka men-screenshot komentar tersebut dan mengirim komplain kepada Aeroflot. Walaupun Ekaterina sudah menghapus komentar kontroversialnya itu tapi sayangnya hal tersebut tidak dapat menyelamtkannya dari pemecatan secara tidak hormat oleh manajemen Aeroflot.
Tidak hanya di negeri asal pesawat Sukhoi ini dibuat yang membuat tragedi pesawat Sukhoi ini menjadi suatu bahan bercandaan. Di Indonesia sendiri pun, negara dimana lokasi tragedi itu terjadi dan penumpang pesawat Sukhoi ini sebagian besar adalah warga negara Indonesia juga menjadikan kejadian hancurnya pesawat Sukhoi ini menjadi bahan “guyonan”.
“Guyonan” tersebut seperti demikian :
“Kedubes Rusia protes keras kepada dubes RI sehubungan dengan kecelakaan pesawat jet Sukhoi, karena tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya bahwa Indonesia memiliki Salak sebesar Gunung”
“Kedubes Rusia protes keras kepada dubes RI sehubungan dengan kecelakaan pesawat jet Sukhoi, karena tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya bahwa Indonesia memiliki Salak sebesar Gunung”
Becandaan itu menyebar melalui BM (Broadcast Message) BBM (BlackBerry Messeger), sejak malam tadi (10/5/12). Walaupun sempat tersenyum sejenak membaca hal tersebut, tapi heran juga dengan orang yang membuat BM itu seperi tidak punya perasaan. | Nenglya, Gugling
