Pasien Bipolar Dapat Hidup Normal

Bila terdeteksi dini dan mendapatkan perawatan yang tepat, pasien gangguan bipolar dapat menjalankan hidup normal.
 
"Gangguan bipolar sesungguhnya dapat dikendalikan. Diagnosis yang akurat dan terapi yang optimal dapat mengendalikan gejala gangguan ini, serta memperkecil risiko bunuh diri.

Edukasi, deteksi dini, diagnosis tepat, serta terapi yang optimal dapat memperbaiki kualitas hidup penderita dengan gangguan ini," tutur Dr. AA Ayu Agung Kusumawardhani, SpKJ (K), Kepala Departemen Psikiatri RSCM dalam seminar media "Gangguan Bipolar: Dapatkah Dikendalikan?" di Ruang Dua Mutiara 1, Hotel JW Marriot Jakarta, Rabu (25/3/2012).
 
Penyebab gangguan bipolar tidak sepenuhnya dipahami, tetapi sering kali terjadi dalam riwayat kesehatan keluarga atau faktor genetik.
 
Meski tak dapat disembuhkan secara total, namun pengobatan dan terapi perawatan yang tepat dapat membantu pengendalian kekambuhan.
 
"Tujuan pengobatan adalah membuat kondisi pasien dapat lebih stabil dengan menjalankan perawatan, edukasi, terapi obat, serta info terhadap keluarganya agar senantiasa selalu memberikan mereka dukungan dan kehangatan," kata dr. Agung.
 
Telah banyak penderita bipolar yang bisa kembali bekerja dan berprestasi.
 
"Mereka sesungguhnya memiliki kemampuan yang potensial. Banyak anak remaja yang mengalami bipolar ini, sebelumnya mengalami penurunan kualitas hidup. Kuliah terbengkalai, misalnya. Tetapi setelah pengobatan, mereka bisa kembali lagi ke lingkungannya, hidup normal, dan berprestasi," jelasnya.
 
Kualitas hidup orang dengan gangguan bipolar dapat kembali normal dengan menjalani pengobatan yang tepat dan perawatan seperti terapi yang rutin.
 
"Pertama jika gangguan itu kumat, maka pasien pertama akan diredakan dengan obat. Setelah tenang, mereka akan diberikan terapi, bimbingan, dan healing untuk selalu berpikir positif. Pengobatan dan perawatan ini akan dibenahi fase per fase. Mereka akan rawat jalan, teratur konsultasi dan minum obat," tutup Prof. Dr. dr. Tuti Wahmurti A. S., SpKJ(K) dalam kesempatan yang sama. | Gustia Martha Putri - Okezone
Lebih baru Lebih lama