Perempuan berbaju loreng itu sudah seminggu terlihat sibuk di pos tim SAR pencari korban Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Dia terlihat gesit diantara anggota SAR di posko yang dibangun di Pasir Pogor, Bogor, Jawa Barat itu.
Tentara berparas cantik itu adalah Sertu Septiana Wulandari, anggota TNI Angkatan Udara dari Bagian Pelayanan Lanud Atang Sanjaya. Dia diberi tugas melayani kebutuhan logistik semua personel yang ikut mencari dan mengevakuasi penumpang Sukhoi yang celaka pada Rabu 9 Mei 2012.
Tentara berparas cantik itu adalah Sertu Septiana Wulandari, anggota TNI Angkatan Udara dari Bagian Pelayanan Lanud Atang Sanjaya. Dia diberi tugas melayani kebutuhan logistik semua personel yang ikut mencari dan mengevakuasi penumpang Sukhoi yang celaka pada Rabu 9 Mei 2012."Selain mempersiapkan makanan untuk tim, juga mempersiapkan bila ada tamu penting yang datang," ujar Septiana di Posko Pasir Pogor, Rabu 16 Mei 2012.
Dunia militer dirintis perempuan kelahiran 1988 ini sejak 2006. Saat itu, dia baru lulus SMA. Dia masuk ke Sekolah Wanita Tentara Angkatan Udara di Kaliurang, Yogyakarta.
Dunia militer dirintis perempuan kelahiran 1988 ini sejak 2006. Saat itu, dia baru lulus SMA. Dia masuk ke Sekolah Wanita Tentara Angkatan Udara di Kaliurang, Yogyakarta.
Satu tahun dia habiskan, menimba ilmu kemiliteran di tempat itu. Lulus pada 2007, dia melanjutkan ke pendidikan kejuruan di kali Jati. "Setelah lulus, pengalaman pertama di Makassar jadi personel pelayanan," tutur perempuan adal Madura, Jawa Timur ini.
Ibu satu anak ini mengaku sempat gamang masuk TNI. Sebab, dia merupakan tipe orang yang pemalu dan penakut. "Tapi, sejak masuk tentara, saya jadi pemberani, lebih disiplin," tutur perempuan yang bersuami tentara ini.
Selama bertugas di Gunug Salak ini, Septiana mengaku memiliki pengalaman menarik. "Banyak yang meledek-ledek, minta kenalan banyak, apalagi rekan wartawan," ujar dia.
Septiana bukanlah satu-satunya tentara perempuan yang tergabung dalam tim SAR kali ini. Setidaknya ada tiga perempuan di bagian logistik ini. Dua lainnya adalah Serda Dewi dan Lettu Ana.
"Di sini untuk melayani makan VIP. Di dalam posko ada dari Basarnas, kalau ada menteri datang, Basarnas, kami harus memberikan memberikan pelayanan yang layak," kata Komandan Logistik, Mayor Pandar Sianipar.