Perbuatan itu sangat merendahkan martabaat kaum lelaki Banten utamanya para tokoh; ustad ataupun ulama Banten.
Tindakan sejumlah ustad Dewan Hakim MTQ IX Provinsi Banten yang mencium tangan Gubernur Banten, Ratu Atut, telah menjadi perbincangan yang ramai di jejaring sosial dan menuai kritik. Bantenpost yang melansir berita dan foto itu mengatakan “ratusan komentar miring di jejaring sosial atas pemberitaan tersebut kini bertebaran dimana-mana. Salah satu komentar di facebook menyebut bahwa perbuatan itu sangat merendahkan martabaat kaum lelaki Banten utamanya para tokoh; ustad ataupun ulama Banten.”
Acara itu sendiri sebetulnya sebuah upacara biasa. Pada hari Kamis (12/4) Sebanyak 195 orang Dewan Hakim yang akan bertugas di arena lomba MTQ Provinsi Banten dilantik oleh sang Gubernur di Masjid Al Amjad, Kawasan Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kec.Tigaraksa, Kab.Tangerang. Sebagai ketua coordinator dewan hakim tersebut adalah Prof.Dr.H.E.Syibli Sarjaya,LML,M.Mi. Seusai pelantikan Ratu Atut menyalami mereka satu per satu dan terjadilah adegan cium tangan tersebut.
Foto-foto yang menunjukkan sejumlah anggota dewan hakim yang mencium tangan Ratu Atut ternyata telah mendatangkan reaksi negatif. “Suatu yang sangat ganjil bila seorang yang lebih paham akhlak Islam kemudian rela mencium tangan pejabat dan itu seorang wanita, dimana harga diri seorang ustad atau ulama, dimana teladan pewaris nabi?” demikian salah satu komentar yang dikutip Bantenpost.
Kritik pedas juga datang dari Arifin Amin, pengurus MUI di Kota Tangerang. Menurut dia, para hakim yang mencium tangan gubernur Banten sangat tidak memberikan teladan. “Saya kecewa dengan ulah oknum-okunm dewan MTQ tersebut yang dengan sangat jelas mencium tangan seorang perempuan, apa maksudnya. Harusnya sebagai dewan hakim yang notabebe mengerti dan paham akhlakul karimah tetapi perbuataanya sangat tidak terpuji. Kejadian ini jelas mengotori momen baik ini", papar dia sebagaimana dikutip Bantenpost.
Namun, selain yang mengeritik ada juga yang melakukan pembelaan dan meminta memakluminya. Salah seorang anggota Dewan Hakim tersebut, yang tidak mau disebutkan namanya, berusaha mendudukkan soal dengan berkata, “Ya mungkin saja Mas itu karena mereka menghormati Ibu Atut sebagai gubernur Banten. Ibu Atut kan gubernur kita. Wajar sajalah Mas hal-hal kaya gitu mah, kami tidak ada maksud dan tujuan apapun hanya sebatas menghormati pimpinan kami.” | Tim JaringNews
Acara itu sendiri sebetulnya sebuah upacara biasa. Pada hari Kamis (12/4) Sebanyak 195 orang Dewan Hakim yang akan bertugas di arena lomba MTQ Provinsi Banten dilantik oleh sang Gubernur di Masjid Al Amjad, Kawasan Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kec.Tigaraksa, Kab.Tangerang. Sebagai ketua coordinator dewan hakim tersebut adalah Prof.Dr.H.E.Syibli Sarjaya,LML,M.Mi. Seusai pelantikan Ratu Atut menyalami mereka satu per satu dan terjadilah adegan cium tangan tersebut.
Foto-foto yang menunjukkan sejumlah anggota dewan hakim yang mencium tangan Ratu Atut ternyata telah mendatangkan reaksi negatif. “Suatu yang sangat ganjil bila seorang yang lebih paham akhlak Islam kemudian rela mencium tangan pejabat dan itu seorang wanita, dimana harga diri seorang ustad atau ulama, dimana teladan pewaris nabi?” demikian salah satu komentar yang dikutip Bantenpost.
Kritik pedas juga datang dari Arifin Amin, pengurus MUI di Kota Tangerang. Menurut dia, para hakim yang mencium tangan gubernur Banten sangat tidak memberikan teladan. “Saya kecewa dengan ulah oknum-okunm dewan MTQ tersebut yang dengan sangat jelas mencium tangan seorang perempuan, apa maksudnya. Harusnya sebagai dewan hakim yang notabebe mengerti dan paham akhlakul karimah tetapi perbuataanya sangat tidak terpuji. Kejadian ini jelas mengotori momen baik ini", papar dia sebagaimana dikutip Bantenpost.
Namun, selain yang mengeritik ada juga yang melakukan pembelaan dan meminta memakluminya. Salah seorang anggota Dewan Hakim tersebut, yang tidak mau disebutkan namanya, berusaha mendudukkan soal dengan berkata, “Ya mungkin saja Mas itu karena mereka menghormati Ibu Atut sebagai gubernur Banten. Ibu Atut kan gubernur kita. Wajar sajalah Mas hal-hal kaya gitu mah, kami tidak ada maksud dan tujuan apapun hanya sebatas menghormati pimpinan kami.” | Tim JaringNews
