Dari 18 siswa yang memperoleh nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMP 2012 tertinggi se-Indonesia, 12 di antaranya berasal dari Bali.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, peringkat pertama ditempati Ni Putu Tamara Bidari Suweta dari SMPN 1 Denpasar dengan nilai UN murni 40,00,lalu posisi kedua Novia Meizura dari SMPN 49 Jakarta dengan nilai UN 39,80, peringkat ketiga Amalia Adinugraha Arisakti dari SMPN 5 Semarang dengan nilai UN 39,80, sedangkan peringkat keempat Anggi Indah Safitri dari SMPN 1 Bondowoso dengan nilai UN 39,80 dan peringkat kelima Adella Felita Tantra dari SMPN 1 Denpasar dengan nilai UN 39,80.
Mendikbud menyebutkan, untuk nilai tertinggi peringkat keenam hingga ke-14 diraih siswa-siswi dari SMPN 1 Denpasar, yakni Julia Justina (39,80), Made Surya Dharmawan (39,80), I Putu Arya Aditya Nugraha (39,80),Gede Fajar satria (39,80), Ketut Nindy Rahayu Sugitha (39,80), Ida Bagus Gde Ananta Mahesvara (39,80), I Wayan Govinda Gotama Putra (39,80), I Gusti Ngurah Agung Putra Agniveda (39,80), dan Ricko Wijaya (39,80).
Adapun posisi ke-15 ditempati Adelia Suryani dari SMP Kristen Penabur Bekasi (39,80), diikuti Nindya Putri Fadilah dari SMPN 49 Jakarta di posisi ke-16 (39,75). Selanjutnya penghuni posisi ke-17 adalah Hari Karunia Wibowo Setjo dari SMPN 1 Magelang (39,75) dan peringkat ke-18 juga siswa dari Bali Ni Made Trismarani Sultradewi Kesuma dari SMPN 3 Denpasar dengan nilai UN murni 39,75.
Untuk sekadar diketahui, meskipun para siswa mendapatkan nilai UN murni tertinggi yang nilainya sama,peringkat ini ditentukan berdasarkan nomor peserta ujian. Mantan Menkominfo itu menyatakan, kriteria kelulusan UN SMP tahun ini sama dengan tahun lalu di mana nilai rata-rata nilai UN paling rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.Jumlah siswa yang lulus dengan persyaratan tersebut ada 3.981.920 atau mencapai 99,57%.Jumlah ini meningkat dibandingkan kelulusan tahun lalu yang mencapai 99,45%.
Namun masih ada 15.945 siswa atau 0,43 % yang tidak lulus UN SMP. “Untuk sekolah negeri yang lulus ada 2.224.077 siswa dan di sekolah swasta ada 703.788 siswa,” katanya di Gedung Kemendikbud kemarin. Menurut dia, untuk tahun ini tidak ada SMP yang tingkat kelulusannya 0%, sedangkan tahun lalu ada 12 sekolah (0,03%).Namun untuk sekolah dengan tingkat kelulusan 100% tahun ini mencapai 88,94% dan sekolah dengan tingkat kelulusan kurang dari 100% ada 11,06%.
SMPN 1 Denpasar meraih nilai ratarata UN murni tertinggi di mana ada 238 peserta dan rata-ratanya mencapai 9,65. Disusul Jawa Timur di SMPI Tarbiyatus Shibyan (9,52) dari tujuh peserta, SMPK 8 BPK Penabur Jakarta dengan 10 peserta (9,49), SMPN 1 Lamongan dengan 265 peserta (9,47), dan SMP Roudlotus Sholihin Lamongan dengan 24 peserta (9,47). Mantan Rektor ITS itu menyatakan, pelaksanaan UN SMP tahun ini lebih baik daripada tahun lalu.
Salah satu yang menyebabkan keberhasilan ini ialah adanya intervensi ke 500 sekolah.Tingkat keberhasilannya dilihat dari 12 sekolah yang tahun lalu tidak lulus sekarang lulus semua. Bentuk intervensinya ialah dengan peningkatan kualitas guru dan penambahan fasilitas belajar. “Untuk tahun ini kami akan menganalisis sekolah mana yang akan diintervensi lebih lanjut agar tahun depan mengalami keberhasilan yang sama,”terangnya.
Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah berpendapat, pelaksanaan UN SMP tahun ini memang berlangsung lebih baik daripada sebelumnya. Akan tetapi,masih perlu banyak perbaikan dari sisi kualitas soal, pengamanan dan reaksi cepat atas laporan pengaduan dari masyarakat. Politikus dari Fraksi Golkar ini meminta ada penghargaan bagi siswa yang sudah memperoleh nilai tertinggi tersebut.Namun Kemendikbud juga harus tetap mengalokasikan anggaran lebih besar bagi daerah yang masih tertinggal, di antaranya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memerlukan perlakuan khusus. ● Neneng Zubaidah, Koran Sindo
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, peringkat pertama ditempati Ni Putu Tamara Bidari Suweta dari SMPN 1 Denpasar dengan nilai UN murni 40,00,lalu posisi kedua Novia Meizura dari SMPN 49 Jakarta dengan nilai UN 39,80, peringkat ketiga Amalia Adinugraha Arisakti dari SMPN 5 Semarang dengan nilai UN 39,80, sedangkan peringkat keempat Anggi Indah Safitri dari SMPN 1 Bondowoso dengan nilai UN 39,80 dan peringkat kelima Adella Felita Tantra dari SMPN 1 Denpasar dengan nilai UN 39,80.
Mendikbud menyebutkan, untuk nilai tertinggi peringkat keenam hingga ke-14 diraih siswa-siswi dari SMPN 1 Denpasar, yakni Julia Justina (39,80), Made Surya Dharmawan (39,80), I Putu Arya Aditya Nugraha (39,80),Gede Fajar satria (39,80), Ketut Nindy Rahayu Sugitha (39,80), Ida Bagus Gde Ananta Mahesvara (39,80), I Wayan Govinda Gotama Putra (39,80), I Gusti Ngurah Agung Putra Agniveda (39,80), dan Ricko Wijaya (39,80).
Adapun posisi ke-15 ditempati Adelia Suryani dari SMP Kristen Penabur Bekasi (39,80), diikuti Nindya Putri Fadilah dari SMPN 49 Jakarta di posisi ke-16 (39,75). Selanjutnya penghuni posisi ke-17 adalah Hari Karunia Wibowo Setjo dari SMPN 1 Magelang (39,75) dan peringkat ke-18 juga siswa dari Bali Ni Made Trismarani Sultradewi Kesuma dari SMPN 3 Denpasar dengan nilai UN murni 39,75.
Untuk sekadar diketahui, meskipun para siswa mendapatkan nilai UN murni tertinggi yang nilainya sama,peringkat ini ditentukan berdasarkan nomor peserta ujian. Mantan Menkominfo itu menyatakan, kriteria kelulusan UN SMP tahun ini sama dengan tahun lalu di mana nilai rata-rata nilai UN paling rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.Jumlah siswa yang lulus dengan persyaratan tersebut ada 3.981.920 atau mencapai 99,57%.Jumlah ini meningkat dibandingkan kelulusan tahun lalu yang mencapai 99,45%.
Namun masih ada 15.945 siswa atau 0,43 % yang tidak lulus UN SMP. “Untuk sekolah negeri yang lulus ada 2.224.077 siswa dan di sekolah swasta ada 703.788 siswa,” katanya di Gedung Kemendikbud kemarin. Menurut dia, untuk tahun ini tidak ada SMP yang tingkat kelulusannya 0%, sedangkan tahun lalu ada 12 sekolah (0,03%).Namun untuk sekolah dengan tingkat kelulusan 100% tahun ini mencapai 88,94% dan sekolah dengan tingkat kelulusan kurang dari 100% ada 11,06%.
SMPN 1 Denpasar meraih nilai ratarata UN murni tertinggi di mana ada 238 peserta dan rata-ratanya mencapai 9,65. Disusul Jawa Timur di SMPI Tarbiyatus Shibyan (9,52) dari tujuh peserta, SMPK 8 BPK Penabur Jakarta dengan 10 peserta (9,49), SMPN 1 Lamongan dengan 265 peserta (9,47), dan SMP Roudlotus Sholihin Lamongan dengan 24 peserta (9,47). Mantan Rektor ITS itu menyatakan, pelaksanaan UN SMP tahun ini lebih baik daripada tahun lalu.
Salah satu yang menyebabkan keberhasilan ini ialah adanya intervensi ke 500 sekolah.Tingkat keberhasilannya dilihat dari 12 sekolah yang tahun lalu tidak lulus sekarang lulus semua. Bentuk intervensinya ialah dengan peningkatan kualitas guru dan penambahan fasilitas belajar. “Untuk tahun ini kami akan menganalisis sekolah mana yang akan diintervensi lebih lanjut agar tahun depan mengalami keberhasilan yang sama,”terangnya.
Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah berpendapat, pelaksanaan UN SMP tahun ini memang berlangsung lebih baik daripada sebelumnya. Akan tetapi,masih perlu banyak perbaikan dari sisi kualitas soal, pengamanan dan reaksi cepat atas laporan pengaduan dari masyarakat. Politikus dari Fraksi Golkar ini meminta ada penghargaan bagi siswa yang sudah memperoleh nilai tertinggi tersebut.Namun Kemendikbud juga harus tetap mengalokasikan anggaran lebih besar bagi daerah yang masih tertinggal, di antaranya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memerlukan perlakuan khusus. ● Neneng Zubaidah, Koran Sindo
