Vatikan menegaskan kembali, kebijakannya terhadap pendudukan Yerusalem tidak akan berubah. Keputusan Takhta Suci Vatikan diumumkan di tengah munculnya kekhawatiran Palestina terkait isu pengakuan pendudukan Israel di Yerusalem.
"Posisi Takhta Suci terhadap Yerusalem tidak akan berubah," ujar negosiator Vatikan Ettore Balestero, seperti dikutip AFP, Rabu (13/6/2012).
Israel dan Vatikan juga sudah mengadakan dialog bilateral untuk membahas status Gereja Katolik di Kota Yerusalem. Namun sebelumnya, muncul kabar yang menyebutkan, Vatikan akan menerima pemberlakuan hukum Israel di wilayah yang menjadi tempat berdirinya Gereja Katolik itu.
Sejumlah warga Palestina mengatakan, mereka melihat adanya draf perjanjian yang dipersiapkan Vatikan untuk mengakui pendudukan Israel di Yerusalem. Palestina menegaskan kembali, pengakuan terhadap pemerintahan Israel di Yerusalem adalah langkah yang melanggar hukum internasional.
Namun Balestero kembali mengingatkan, dialog yang bergulir antara Israel dan Vatikan merupakan mekanisme untuk mengurus Gereja Katolik di wilayah tersebut. Tidak ada perjanjian yang ditandatangani oleh kedua pihak tersebut mengenai Yerusalem Timur atau Tepi Barat.
Vatikan dan Israel sudah menggelar dialog mengenai Gereja Katolik Yerusalem sejak 1999 silam. Komisi kerja sama bilateral untuk mengurus Gereja Katolik Yerusalem, akan bertemu kembali pada Desember mendatang. | Aulia, OkeZone
