Korban lumpur Lapindo yang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta Hari Suwandi membuat pengakuan mengejutkan. Dia mengaku menyesal melakukan aksi jalan kaki Porong-Jakarta. Dalam wawancara dengan TvOne, dia pun menyampaikan permintaan maaf kepada Keluarga Bakrie atas aksi-aksinya selama ini.
Saya yakin dan percaya keluarga besar Bapak Aburizal Bakrie mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di Sidoarjo, khususnya keluarga besar korban lumpur Lapindo, eh keluarga korban lumpur Sidoarjo yang berada di Perpres 12 tahun 2007," kata Hari seperti dilansir video.tvonenews.tv.
Dalam wawancara itu, Hari tampak memakai baju lurik dan membawa tongkat kebesarannya yang dia bawa selama perjalanan Porong-Jakarta. Hari didampingi istri dan anaknya. Hari diwawancara presenter TvOne Indiarto Priadi.
"Anda dalam beberapa kesempatan meminta keluarga Bakrie bertanggung jawab dan sebagainya. Anda menyesal mengatakan itu, dari lubuk hati yang paling dalam?" tanya sang pembawa acara Indiarto Pribadi.
Hari pun mengamini ucapan Indiarto. Dia mengaku menyesal telah membawa nama keluarga Bakrie. Hari menyebut, keluarga Bakrie diyakini mampu menyelesaikan persoalan lumpur Sidoarjo.
"Dan kami sebagai manusia tak luput dari kesalahan. Kami Hari Suwandi sekeluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Aburizal Bakrie khususnya Bapak Aburizal Bakrie, yang mana dalam perjalanan dari Porong-Jakarta telah banyak mencemarkan nama baik Bapak Aburizal Bakrie," terang Hari dengan suara tercekat.
Sambil terisak, Hari juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga Bakrie. Dia yakin keluarga Bakrie mampu menyelesaikan persoalan lumpur Lapindo tidak seperti harapannya yang pupus kepada pemerintah.
"Banyak terima kasih kepada Bapak Aburizal Bakrie. Hanya keluarga Bakrie yang mampu menyelesaikan masalah yang mampu menyelesaikan masalah di Sidoarjo. Saya percaya keluarga Bakrie mampu menyelesaikan masalah," jelas Hari.
Pernyataan Hari itu menuai kecaman dari rekan Hari, Harto Wiyono yang juga mendampinginya dalam perjalanan dari Porong ke Jakarta. “Saya tidak tahu dia wawancara dengan tvOne, kemarin dia dari mess di Kontras hanya pamit ingin membelikan susu untuk cucunya, tapi ternyata malah wawancara di tvOne,” kata Harto saat dihubungi Kamis (26/7).
Harto mengaku kecewa dengan pernyataan Hari saat wawancara tersebut. “Jelas saya kecewa, saya tidak tahu apakah dia sudah terbeli atau tidak,” katanya.
Dikatakan Harto, ide untuk jalan kaki dari Porong ke Jakarta, merupakan ide Hari. “Itu murni ide pak Hari dan saya yang mendampinginya, dia jalan kaki, saya naik motor, yang jelas kami kecewa. Saya juga belum bertemu dengan Hari. Setelah wawancara itu dia tak bisa saya kontak. Yang jelaspernyataannya itu mengkhianati teman-teman KontraS, dan korban lumpur di Porong,” kata dia. “Saya sangat kecewa!” seru Harto pula. [rvn/cuk]
