Billy Boen (lahir di Jakarta, 13 Agustus 1978; umur 33 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Pada usia yang relatif muda, Billy (panggilan Billy Boen) telah menjadi pimpinan di beberapa perusahaan. Pada 2005, ketika usianya baru 26 tahun, Billy dinobatkan menjadi general manager (GM) PT Oakley Indonesia. Ia menjadi GM Oakley termuda di dunia kala itu. Pada akhir 2009, bersama Richard Buntaran, pemilik Optik Seis, Billy kemudian mendirikan Jakarta International Management(JIM) dan Jakarta International Consulting (JIC).
Pada tahun yang sama, Billy yang merupakan lulusan Utah State University Amerika Serikat ini, bergabung dengan Majalah Roling Stone Indonesia dan menjadi direkturnya. April 2009, Billy menulis buku berjudul Young on Top yang diterbitkan oleh GagasMedia. Setahun kemudian, buku itu sudah lima kali cetak ulang. Di dalam buku tersebut, Billy menuliskan 30 kunci sesorang meraih kesuksesan di usia muda (20-30 tahun). Beberapa contoh diantaranya adalah menjadi sesorang yang terbuka, berpikiran positif, tepat waktu, tidak pernah putus asa, dan selalu bertindak lebih dari biasanya.
Karier
Billy menyelesaikan pendidikan S-1 bidang manajemen dari Utah State University (USU), Amerika Serikat, dalam waktu dua tahun 8 bulan, mulai 1996 hingga 1999. Dalam periode itu, Billy pernah menjadi presiden PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) di kampusnya. Ia juga bergabung dengan persatuan mahasiswa di USU yang bernama Sigma Chi. Billy meneruskan studinya ke State University of West Georgia untuk gelar MBA. Studi S-2 ini ia tempuh dalam tempo setahun dengan predikat kelulusan cum laude, di usia 22 tahun. Seusai lulus, ia memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia.
Sepulang ke Tanah Air dan bergabung dengan PT Berca Sportindo, distributor tunggal Nike di Indonesia. Posisi awalnya sebagai Asisten Manajer Lini Produk Divisi Footwear.
Setahun kemudian ia naik pangkat menjadi manajer di divisi yang sama. Setengah tahun berikutnya ia dipromosikan menjadi manajer (yang lebih senior) untuk semua divisi: footwear, apparel, aksesori, dan perlengkapan. Setahun berselang, ia menempati pos Manajer Penjualan & Pemasaran Nike (korporat).
Tahun 2005 Billy keluar dari PT Berca Sportindo. Kemudian ia bergabung dengan Oakley Indonesia yang berkantor di Bali. Saat itulah, Billy yang baru berusia 26 tahun diberi posisi sebagai Manajer Umum (General Manajer atau GM). Dalam tiga tahun, Billy berhasil menaikkan penjualan Oakley hingga tiga kali lipat. Karyawan pun bertambah dari 80 menjadi 240 orang. Pada 2008, saat berusia 29 tahun, ia pindah ke Grup MRA (Mugi Rekso Abadi), dengan jabatan Kadiv. F&B. Saat itu, Billy membawahi tiga entitas bisnis milik Grup MRA, yakni Hard Rock Cafe Jakarta, Hard Rock Cafe Bali, dan Haagen-Dazs, dengan total 500 karyawan. Namun, ternyata Billy hanya bertahan di sana tidak lebih dari 2 tahun. Billy kembali mendapat pekerjaan baru yaitu menjadi Direktur Rolling Stone Indonesia.
Saat menjalani pekerjaannya sebagai diektur Majalah Rolling Stone, bersama Richard Buntaran, pemilik Optik Seis, Billy kemudian mendirikan Jakarta International Management (JIM) dan (Jakarta International consulting (JIC) pada Desember 2009. JIM bertujuan melayani semua kebutuhan di industri fasyen. JIM sendiri memiliki beberapa divisi, yakni: agensi model (JIM Models), manajemen artis, event organizer, fotografi, fashion consulting dan JIM FTV performing academy (bekerja sama dengan FashionTV Indonesia). Sementara, JIC merupakan konsultan di bidang pemasaran, khususnya pengembangan merek. Dalam menjalankan usahanya, JIC bekerja sama dengan perusahaan lain masuk ke promosi pemasaran mal dan merambah dunia digital.
Keberuntungan
Dalam berusaha, menurut Billy, masih banyak orang yang memiliki pemikiran negatif atas sebuah kesuksesan. Bagi Billy, salah satu sebabnya adalah karena ketika mereka sudah berusaha, mereka masih juga belum berhasil. Inilah yang membuat mereka berpikir bahwa keberuntungan belum ada di pihaknya. Ketika mereka melihat ada orang yang mereka anggap berhasil, mereka berpikir bahwa keberhasilan itu semata-mata mereka capai karena adanya unsur keberuntungan (luck). Bagi Billy, sukses bisa artikan dalam dua sudut pandang.
Dalam sudut pandang jangka panjang kesuksesan adalah ketika seseorang bisa berhasil mencapai apa yang dia impikan, sementara kesuksesan dalam jangka pendek adalah apabila sesorang bisa mencapai apa yang ditargetkan.
Namun, Billy berpendapat bahwa keberuntungan dalam meraih kesuksesan adalah sebuah kenyataan. Ia menyadari bahwa pencapaiannya maupun orang lain ini juga tentunya ditunjang unsur keberuntungan. Akan tetapi, keberuntungan itu adalah faktor ‘X’ yang berada di luar kontrol manusia. Seseorang tidak bisa membuat dirinya beruntung. Baginya, tidaklah masuk akal bila ada seseorang berbicara bahwa ia ingin mendapat undian esok hari. Daripada mendiskusikan masalah keberuntungan, akan lebih baik apabila seseorang segera bertindak (just perform). Artinya tidak perlu memedulikan hal-hal yang memang tidak perlu, fokus dan melakukan seuatu hal dengan sebaik-baiknya. “Forget about luck and do your best what is within your control!”
Bagi Billy, daripada berharap beruntung, lebih baik energi dalam tubuh seseorang di dayagunakan untuk berpikir dan melakukan segala sesuatunya sebaik mungkin. Kalau pun hasilnya tidak sesuai harapan, setidaknya seseorang akan merasa sedikit puas karena orang tersebut telah melakukannya sebaik mungkin. Baginya, kegagalan akibat performa terbaik akan lebih ringan terasa dibanding kegagalan akibat performa yang ala kadarnya.
Young On Top
April 2009, ketika usianya 30 tahun, Billy menerbitkan sebuah buku berjudul Young On Top yang diterbitkan oleh penerbit GagasMedia. Buku tersebut ia selesaikan dalam waktu satu setengah tahun dan cecara umum ditujukan kepada pemuda sebagai arahan meraih kesuksesan terutama dalam dunia bisnis. Dalam buku tersebut, Billy memberikan 30 kunci sukses di usia muda. Beberapa contoh diantaranya adalah menjadi sesorang yang terbuka, berpikiran positif, tepat waktu, tidak pernah putus asa, dan selalu bertindak lebih dari biasanya.
Pada bagian pertama buku Young on Top, Billy menjelaskan tentang arti pentingnya membangun motivasi, keyakinan, dan optimisme dalam menjalani hidup. Segala kegiatan atau pekerjaan yang dilakukannya akan berkualitas dan mencapai hasil yang maksimal.
Bagian kedua, Billy membahas bagaimana cara mencapai kesuksesan di usia muda seperti senantiasa mengembangkan kemampuan diri untuk menguasai secara detail bidang pekerjaan yang ditekuni. Di bagian ketiga, Billy memberikan beberapa tips menarik mengenai karakter penting yang harus dimiliki seseorang ketika ingin meraih perjalanan karier yang cemerlang, seperti selalu aktif dalam mengasah kemampuan, mengedepankan dan mengembangkan sikap tidak berberpuas diri dalam menggali ilmu pengetahuan dan informasi, tetapi rendah hati dan bijaksana. | Id. Wikipedia

