Minggu ini trailer film yang mendramatisasi perburuan Osama bin Laden resmi dirilis. Berkenaan dengan hal itu, penulis cerita film itu mengatakan, dengan rilisnya trailer itu tidak dimaksudkan sama sekali untuk mendongkrak popularitas Presiden Barack Obama dalam masa kampanyenya, saat ini. Obama adalah yang memberikan komando atas penyerbuan Bin Laden yang akhirnya tewas pada Mei 2011 lalu.Seperti dinukil Reuters, Kamis (9/8), penulis cerita Mark Boal menegaskan jika film itu, bebas dari isu politik. Meski ada tudingan dari partai yang tidak berkuasa saat ini, yang menuding rilisnya film itu, disengaja demi mendongkrak popularitas pemerintah.
Boal membuktikan omongannya dengan cerita filmnya, yang bahkan tidak mengadakan tokoh Obama.
Sony Pictures selaku rumah produksi film itu mengatakan, trailer untuk versi filmnya diberi judul Zero Dark Thirty, telah dirilis per-Selasa, kemarin. Trailer berdurasi 1 menit 15 detik itu, bahkan sudah bisa dikunjungi di YouTube.
Meski diakui bebas politik sama sekali, tetap tidak menutup kemungkinan film itu akan menimbulkan kontroversi. Sebab berdasarkan dokumen yang dirilis pemerintah tahun ini kepada sejumlah kelompok konservatif, menunjukkan jika Boal dan sutradara filmnya Kathryn Bigelow, telah mendapatkan sejumlah "petunjuk" resmi dari Gedung Putih, Pentagon dan CIA tentang operasi penyerbuan bin Laden.
Namun demikian pihak CIA dan Pentagon mengatakan, jika interaksi mereka dengan sutradara filmnya, yang telah mendapatkan piala Oscar atas film The Hurt Locker itu, dinilai sebagai kewajaran.
Tapi tetap saja, kontroversi politik meletus ketika kolumnis dari New York Times, Maureen Dowd melaporkan, akhir tahun lalu, jika Gedung Putih sedang berhitung, demi menyikapi reputasi Obama yang dinilai mulai menurun.
Dowd melaporkan, jika film itu akan dirilis ada 12 Oktober nanti, atau tiga Minggu sebelum pemilihan Presiden di November.
Setelah tulisan itu keluar, berbagai media mengkonter jika film itu perilisannya akan ditunda hingga Desember. Dan hal itu dibenarkan oleh Boal, sembari mengatakan saat ini film itu masih dalam taraf pasca produksi, atau sentuhan akhir. "Jadi, ini sekaligus meneguhkan tidak ada muatan politik di film itu," katanya. (Benny Benke/CN15)