Petualanganku kali ini berlabuh di Kota 1.000 Lampion, Singkawang, Kalimantan Barat. Kota ini selalu bercahaya saat hari-hari besar, seperti saat Imlek ataupun Idul Fitri. Inilah bentuk kerukunan beragama di Singkawang.Singkawang adalah kota yang berada di 150 kilometer dari Kota Pontianak. Untuk sampai di kota ini, saya membtuhkan waktu sekitar 4 jam Bandara Supadio, Pontianak.
Kota cantik ini mayoritas mempunyai penduduk etnis Tionghowa dan minoritas Melayu. Oleh karena itu, jangan heran bila kota ini dijuluki Kota 1.000 Lampion. Ya, karena pada saat perayaan Tahun Baru China, seluruh kota ini akan dipenuhi oleh cahaya lampion. Setiap sudut dan pelosok kota selalu ada lampion, mulai dari rumah warga sampai pinggir jalan.
Saat perayaan Tahun Baru China, ada perayaan besar yang disebut Gong Xi Fat Chai. Acara ini bisa membuat roda perekonomian di sini mati alias berhenti selama perayaan ini berlangsung.
Keistimewaan peryaan ini mampu mengundang perhatian wisatawan saat Tahun Baru China. Saat perayaan itu tiba sejauh mata memandang akan terlihat ribuan lampion yang terpajang di seluruh kota, pawai yang tumpah ruwah di jalan, adanya kue mangkok, sampai kembeng api yang berharga miliaran bisa Anda temukan di sini.
Sungguh, kemeriahan acara ini bisa membuat saya berdecak kagum. Saat Anda menginjakkan kaki di Singkawang, rasa saling menghormati antara kaum mayoritas dan minoritas sangat terasa. Pada saat kunjungan saya Idul Fitri kemarin kondisi ini sangat kental terasa.
Saat Hari Raya, kaum mayoritas juga menyambutnya dengan suka cita. Tidak ada yang membedakan satu dengan yang lainnya. Saat malam tiba, mereka akan mencoba kembang api bersama-sama. Pemandangan ini terlihat menyinari setiap detil Kota Singkawang.
Hingga saat malam takbiran tiba, kemeriahan Kota Singkawan justru semakin bertambah. Ada pawai ratusan mobil di sepanjang jalanan kota yang memulai start dari Masjid Raya Singkawang dan kembali finish di tempat yang sama.
Semuanya bertepuk tangan, tertawa, dan bercengkrama dalam segala perbedaan. Tidak ada yang dibedakan dan tradisi ini akan selalu dijaga, sehingga tak ada pertikaian antar agama di Kota Singkawang.
Liburan kali ini benar-benar memberikanku pelajaran yang berharga. Singkawang, kota cantik dengan kerukunan dan rasa kekeluargaan yang luar biasa! detiktravel