Kampus sains, teknologi, seni, dan manajemen terkemuka di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB) membukukan lima orang alumninya sebagai "Tokoh Penemu" dalam liputan khusus majalah Tempo Edisi 13-19 Agustus 2012. Menurut Tempo, liputan khusus mengenai para penemu ini merupakan bagian adari upaya Tempo untuk merayakan prestasi atau legiatan yang mencerahkan yang dilakukan oleh siapa saja di negeri ini. Sudah umum diketahui, kalaupun tidak sedang berada dalam kegelapan, negeri ini sulit bisa dibilang cerah. Dalam situasi seperti itu, prinsip kami adalah "lebih baik menyalakan lilin ketimbang mengutuk kegelapan."
Dunia keilmuan dan teknologi adalah dunia yang sunyi dan hampir disepelekan di Republik yang akan berusia 67 Tahun pada 17 Agustus 2012 ini. daripada mendukung ilmuwan, uang Rp.1 triliun dipakai SBY untuk membeli pesawat kepresidenan, bahkan uang Rp.6 triliun lebih dipakai untuk bencana korporasi lumpur lapindo di Sidoarjo, juga uang Rp.6,7 triliun untuk mem-bailout Skandal Bank Century, atau dicuri politisi elit dari proyek Hambalang bernilai Rp.6,2 triliun, ataupun proyek Rp.196 miliar dari korupsi Korlantas Polri.
Contoh terbaik peneliti mandiri tanpa dukungan pemerintah adalah Prof. I Gede Wenten lulusan Kimia Tenik ITB angkatan 1982. Seperti ditulis Tempo, "Wenten mengentak dunia. Ia menyelesaikan studi master bioteknologi sekaligus doktor di Denmark Technology University, Kopenhagen, ia berhasil menemukan cara baru filtrasi bir memakai selaput membran. Selain mutu bir terjaga, limbah produksinya tak lagi mencemari lingkungan."
Berikut ini lima dari 10 "Tokoh Penemu" versi majalah Tempo tahun 2012 yang merupakan alumni ITB:
- Prof. Dr. I Gede Wenten (Teknik Kimia ITB angkatan 1982) dengan teknologi membran yang merenggut 15 penghargaan seperti Suttle Award (1994) Habibie Award (2000) dan ASEAN Outstanding Engineering Award (2010).
- Ir. Hokky Situngkir (Teknik Elektro ITB angkatan 2001) dengan pendekatan geometri fraktal menguak rahasia batik, lagu daerah, saham, dan candi Borobudur. Penghargaan Bakrie award 2011 dan Business Innovation Center Kemenristek.
- Dr. Evvy Kartini (Fisika FMIPA ITB angkatan 1988) dengan material gelas yang dikembangkan jadi penghantar listrik, diperkirakan adalah embrio teknologi baterai ramah lingkungan. Penghargaan Peneliti Utama Teladan Kemenristek 2004 dan Indonesia Science and Technology Award, Toray (2004).
- Dr. Khoirul Anwar (Teknik Elektro angkatan 1996) menciptakan teknik cikal bakal teknologi 4 G dan pemilik paten teknologi satelit multicarrier dan uplink 4G tanpa Cyclic Prefix (CP). Penghargaan Diaspora award 2012 untuk bidang inovasi di LA, USA.
- Dr. Roby Muhamad (Fisika FMIPA ITB angkatan 1998) mengawinkan sains dan sosiologi, pakar ilmu jaringan sosial yang memakai internet sebagai alat riset. Doktor sosiologi Universitas Columbia (2010). | Pedoman News