Umur 30-an Tahun Paling Ideal untuk Bekukan Sperma

Tidak seperti sel telur yang produksinya akan berhenti setelah menopause, sperma pada laki-laki akan terus diproduksi sampai akhir hayat. Namun bagi yang ingin menunda punya anak, sebaiknya lakukan pembekuan sperma di usia 30-an tahun.

Meski akan terus diproduksi hingga lanjut usia, sperma pada laki-laki akan mengalami mutasi genetik seiring bertambahnya usia. Anak yang dihasilkan dari sperma laki-laki lanjut usia, diyakini 2 kali lebih berisiko mengalami gangguan genetik karenanya.

Selama ini, risiko kelainan genetik lebih dikaitkan dengan usia reproduksi di pihak perempuan. Makin tua usia perempuan saat melahirkan anak, makin tinggi pula risiko si anak untuk mengalami kelainan genetik seperti Down's Syndrome dan sejenisnya.

Namun penelitian terbaru yang dimuat di jurnal Nature menunjukkan, usia laki-laki saat membuahi pasangan juga mempengaruhi risiko kelainan genetik pada keturunannya. Hal ini disebabkan karena sperma akan mewariskan sejumlah mutasi genetik pada usia tertentu.

Karena faktor tersebut, sperma yang dihasilkan laki-laki akan semakin tidak sempurna seiring dengan bertambahnya usia. Jumlah mutasi genetik yang diwariskan melalui sperma akan selalu bertambah banyak, rata-rata 2 mutasi genetik setiap tahun.

Sebagai contoh, sperma yang dihasilkan seorang laki-laki baru mewariskan 25 mutasi genetik di usia 20-an tahun. Saat memasuki usia 40-an tahun, sel sperma akan mewariskan lebih banyak lagi hingga mencapai 65 mutasi genetik karena faktor usia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, para ahli mungkin akan menyarankan agar para laki-laki membekukan spermanya di usia 30-an tahun. Dikutip dari Dailymail, Kamis (23/8/2012), kondisi sperma di usia ini masih ideal bagi yang ingin punya anak di usia lanjut seperti Rod Stewart atau Paul McCartney.

"Aspek yang paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa fokus pada hubungan antara usia ibu dengan kesehatan anak saja tidak cukup. Meningkatnya usia ayah punya pengaruh jauh lebih besar," kata Kari Stefansson, peneliti senior dari DECODE Genetics.
Lebih baru Lebih lama