Kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary
Clinton ke Indonesia dipastikan menawarkan perlindungan politik ataupun jaminan
tertentu kepada Indonesia. Jaminan itu juga berlaku untuk negara-negara ASEAN
yang terlibat sengketa Laut Cina Selatan guna menghadapi Cina.
Prediksi itu dikatakan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian
Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Senin
(3/9). Syahganda melansir pidato Presiden AS Barack Obama pada November 2011 di
Australia yang menegaskan aspek strategis Asia Pasifik bagi AS.
Karena itu telah ditempatkan sekira 2.500 pasukan marinir AS
di Darwin, Australia. "Penempatan itu untuk mengontrol sekaligus
mewaspadai negara-negara dalam kawasan Asia ke arah penciptaaan sekutu barunya,"
tutur dia.
Jika terjadi pembicaraan bantuan atau jaminan tertentu
kepada Indonesia, hal itu patut dicurigai sebagai rencana kapitalisme AS untuk
menguasai akses sumber daya alam Indonesia, seperti migas. Kehadiran Hillary
bisa dimanfaatkan para kaki tangan kapitalisme asing yang terus bercokol
memperkaya diri beserta kelompoknya di tengah penderitaan sebagian besar
rakyat.
Lobi Hillary dapat merusak kepercayaan internasional dalam
bentuk hilangnya peran strategis Indonesia di mata negara-negara lain. Terutama
ASEAN yang sering memberi kesempatan Indonesia dalam membawa kepentingan
ataupun misi ASEAN di lingkungan regional lain.
Lebih jauh Syahganda mengatakan kedatangan Hillary
menciptakan persoalan yang dapat mengganggu tatanan solidaritas ASEAN. Di
samping itu kedatangan Hillary juga tidak memperkuat suasana kemandirian ASEAN
dan menyangkut terpeliharanya kekuatan ASEAN di hadapan negara lain.
"Indonesia harus tetap berkiblat dengan politik bebas
aktif dan tidak boleh menjadi kaki tangan AS di ASEAN, demi menjaga kehormatan
bangsa ini ke depan dan keutuhan ASEAN itu sendiri," tegasnya.
Menurut Syahganda dalam mencari titik temu terkait sengketa
Laut Cina Selatan, seharusnya Indonesia berperan menjadi juru runding utama
dengan China atas nama komunitas ASEAN. | AtjehCyber