Dukungan pihak Gedung Putih atas serangan udara Israel ke wilayah Gaza
disambut baik oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Tetapi
ucapan terima kasih Netanyahu kepada Obama, ditariknya setelah beredar
di Twitter."I want to express my appreciation once again to Presiden Obama for his unequivoval clear sided support for Israel righ to defend itself," atau dalam bahasa Indonesia berarti "Saya ingin menunjukkan penghargaan kepada Presiden Obama yang memberikan dukungan jelas, atas hak Israel untuk membela diri," ucap Netanyahu dalam akun twitternya, seperti dikutip Buzzfeed, Sabtu (17/11/2012).
Tetapi, beberapa lama kemudian Netanyahu menghapus semua ucapan terima kasih tersebut. Tidak dijelaskan apa yang menyebabkannya untuk menarik kembali ucapan terima kasih kepada Obama.
Sementara juru bicara Kedutaan Israel di Washington, Amerika Serikat (AS) menyebutkan, "pihaknya menyadari bahwa dia (Netanyahu) mengucapkan terima kasih lebih dari sekali secara publik. Tetapi hal ini bukan sebuah hal yang signifikan."
Rasa terima kasih Netanyahu didasarkan atas dukungan Gedung Putih yang mendukung Israel untuk melancarkan serangan militer ke Gaza, sebagai bentuk pembelaan diri dari serangan roket pejuang Palestina. Tetapi di lain pihak, AS tetap memperhatikan warga sipil Palestina.
Hingga Kamis 15 November malam waktu setempat, Hamas telah melesakkan lebih 350 roket ke wilayah Israel dari Gaza. Militer Negeri Yahudi itu berhasil memotong sekira 130 roket dengan sistem keamanan Kubah Besi. Pertempuran antara kedua belah pihak ini makin gencar setelah tewasnya komandan militer Hamas Ahmed Jabari.
Serangan udara Israel ke Gaza telah menewaskan 19 warga Palestina dan menyebabkan 150 lainnya terluka. Sementara di pihak Israel, tercatat tiga orang warganya tewas akibat lesakan roket dari Gaza. (faj)