Wow.. Ada Manusia Purba di Mall

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI memperkenalkan sejarah manusia purba di mal pada masyarakat, khususnya generasi muda. Pameran ini memboyong 30-an koleksi fosil manusia dan hewan purba Sangiran, Sragen, Jawa Tengah ke Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan Museum Purbakala Sangiran masyarakat dan kaum muda pada sejarah manusia beserta evolusinya. Mal dipilih menjadi lokasi pameran karena saat ini di tempat itu banyak pengunjungnya.

“Manusia purba di Sangiran sudah kepanasan, sehingga mereka ingin masuk mal. Mereka ingin masuk peradaban modern melalui mal, tempat semua elemen berkumpul untuk berbagai kepentingan,” kata Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Harry Widianto saat membuka Pameran di Mall Kota Casablanca, Jakarta, 14 November 2012.


Menurutnya, Pameran dan Road Show Manusia Purba Sangiran ini akan diadakan di lima kota. Setelah pameran di Mal Kasablanca Jakarta berakhir, fosil tersebut akan kembali masuk mal di beberapa kota besar, yakni Mal Paris Van Java Bandung (22-25 November), Ambarukmo Plaza Mall Yogyakarta (29 November-2 Desember), Grand City Mall (6-9 Desember), dan Discovery Shoping Mall Denpasar (13-16 Desember).


Di Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta sendiri pameran ini diadakan Rabu sampai Minggu, 14-18 November 2012.


Dengan pameran ini, Harry berharap dapat mengubah kesan bahwa museum itu remang-remang, kumuh, tumpukan benda kuno, dan tidak menarik. Museum Purbakala Sangiran sendiri telah dibangun sevara lebih megah dengan arsitektur modern, bahkan bertaraf internasional.


Lebih lanjut Harry menyatakan pameran yang akan berlangsung hingga 18 November mendatang di Mall Kota Casablanka itu, bertujuan mendekatkan warga Jakarta dengan ‘nenek moyang’ manusia.


“Jika Anda tak datang ke Sangiran, maka Sangiran-lah yang akan mendatangi Anda. Kita jemput bola, sehingga menjadi dekat dengan masyarakat,” tuturnya.


Dalam pameran kali ini, 30 koleksi fosil manusia purba dan hewan turut dipamerkan, antara lain: kerangka manusia purba Australopithecus Africanus, Homo Habilis, Homo Erectus, Homo Erectus, Homo Sapiens, manusia Liang bua, Manusia Trinil, Semedo (fosil manusia homo erectus) dan juga fosil hewan seperti Molusca, Fosil Gading Gajah Purba, dan Fosil Crocolidus.


Museum Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra-sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia.

Di museum dan situs Sangiran dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi. Situs ini dilengkapi dengan fosil manusia purba, hasil-hasil budaya manusia purba, fosil flora dan fauna purba beserta gambaran stratigrafinya. Hingga kini lebih dari 17 ribuan fosil yang ditemukan di Situs Sangiran. KabarSenayan
Lebih baru Lebih lama