Ternyata Ukuran Penis Tak Mempengaruhi Kepuasan Seks Wanita

Benarkah banyak wanita menginginkan pasangannya memiliki ukuran penis yang besar untuk tujuan seks? Ternyata semua itu hanya mitos. Sebuah survey yang dilakukan situs MSNBC dan Elle menjawab anggapan itu dengan menanyakan langsung mitos tersebut kepada para wanita. Hasilnya, hanya sedikit wanita yang merasa perlu memiliki pasangan berpenis besar.

Survey yang bertajuk Sex and Body Image Survey ini melibatkan lebih kurang 52 ribu responden wanita. Mereka mengisi kuesioner secara online dan berasal dari berbagai belahan negara. Dari survey ditemukan hanya ada 14 persen wanita yang benar-benar suka dengan penis besar saat bercinta. Dan, kebanyakan wanita menganggap penis pasangannya berada pada ukuran standar. Pasalnya, hanya ada enam persen wanita yang menilai penis pasangannya terlalu kecil.


Para wanita rupanya sadar diri bahwa ukuran penis bukan menjadi ukuran mutlak terjadinya kepuasan seksual. Asal ukurannya sudah cukup mengenai area sensitif wanita di dalam vagina, kemungkinan pria memuaskan wanita peluangnya cukup besar. Perlu dipahami, ukuran vagina masing-masing ras juga berbeda. Ketika penis besar melakukan penetrasi ke vagina yang memiliki ukuran lebih kecil, justru yang terjadi wanita akan mengalami kesakitan. Mereka menjadi tidak nyaman dalam bercinta dan kemungkinan tidak mendapatkan orgasmenya.

Sementara itu, dalam buku “”Mitos Seputar Seks” yang dtulis Hendrawan Nadesul disebutkan, wanita dari berbagai suku bangsa memiliki kemampuan menampung penis dengan ukuran berlainan. Misalnya pada wanita Afrika, mereka mampu “menghadapi” pria yang mempunyai penis dengan panjang maksimal 25 centimeter. Sementara untuk wanita dengan ras kaukasia, penis berukuran 20 centimeter masih bisa “dimaklumi” kala penetrasi. Tetapi, bagi wanita di Asia, mereka tidak bisa melayani penis yang terlalu panjang. Pasalnya, toleransi maksimalnya hanya untuk ukuran hingga 17 centimeter.

Sayangnya mitos ini seringkali sudah meracuni pikiran banyak pria. Sebagian mereka mencari pengobatan alernatif yang menjanjikan ukuran menjadi panjang dan besar. Muncul pula obat-obatan tidak teregistrasi yang konon berkhasiat membesarkan penis. Padahal semua itu hanya bohong belaka.

Sampai saat ini tidak ada cara yan alami untuk membesarkan ukuran penis. Kebanyakan obat-obatan yang dipakai oleh pengobatan alternatif memiliki kandungan bahan kimia yang kemungkinan besar memiliki efek samping berbahaya. Jika pun ada daun tertentu yang berguna untuk membesarkan, kemungkinan zat dalam daun memiliki efek pembengkakan. Sehingga, penis pun tampak lebih besar sekalipun harus menahan rasa gatal. Cara cukup ekstrim dalam meningkatkan ukuran penis adalah suntik silikon cair. Namun bahayanya jauh lebih tinggi dibanding manfaatnya.

Sebenarnya ukuran penis ditentukan oleh hormon testeosteron. Jika ada pria yang menginjak remaja namun memiliki ukuran penis tidak normal, masih bisa diobati dengan melakukan terapi hormon. Hanya saja perkembangan penis akan mentok saat pria beranjak dewasa. Dan, ukurannya akan tetap seperti itu. Asalkan penis sudah mencapai panjang standar untuk masing-masing ras, itu sudah cukup untuk bisa memuaskan pasangan. | Ilham KG
Lebih baru Lebih lama