Setelah Bria Murphy, anak dari Eddie Murphy yang bekerja sebagai
model, mengakui banyak model melakukan langkah drastis untuk tampil
kurus, seperti makan kapas yang dicelup jus jeruk, kini cara tersebut
menjadi tren diet baru di kalangan para wanita muda.
Salah satunya adalah munculnya video YouTube yang memperlihatkan seorang wanita muda tengah mencoba makan kapas yang dicelup dengan jus jeruk. Cara ini diakui dilakukan untuk menurunkan berat badan dan agar tidak bertambah gemuk.
Tren ini tentunya membuat para ahli berang. Mereka menganggap hal tersebut adalah cara konyol yang sangat berbahaya. Para ahli juga memberikan peringatan bahwa menelan kapas bukanlah hal yang baik karena kapas mengandung banyak zat kimia sintetik serta serat yang tak bisa dicerna oleh tubuh.
"Pakaian Anda juga terbuat dari polyester. Jadi menelan bola kapas sama dengan mencelupkan pakaian kalian pada jus jeruk dan memakannya," ungkap Brandi Koskie, dari Diets in Review, seperti dilansir oleh Daily Mail (21/11).
Jika ini dilakukan secara terus-menerus, wanita akan berisiko terkena malnutrisi dan mati tersedak. Namun yang paling berbahaya adalah efeknya pada saluran pencernaan yang disebut dengan bezoar. Bezoar terjadi ketika manusia menelan sesuatu yang tak bisa mereka cerna, seperti rambut dan lainnya. Menelan gumpalan kapas juga akan menyebabkan masalah serupa.
Seiring berjalannya waktu, bola kapas akan menumpuk dan menyebabkan sumbatan dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan masalah dan bahkan berujung pada kematian.
Meski begitu, tampaknya hal tersebut tak diperhatikan oleh para wanita muda yang mencoba mendemonstrasikan tren diet makan kapas tersebut di YouTube. Dalam video tersebut dia bahkan dengan senang hati makan kapas dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja setelah memakannya.
"Ya, aku masih hidup. Tak perlu perawatan medis apapun," tulisnya dalam deskripsi videonya yang menunjukkan bahwa dia baik-baik saja setelah memakan bola kapas tersebut.
Lynn Grefe, CEO dari National Eating Disorder menolak menyebut tren ini sebagai diet, karena sama sekali tak berhubungan dengan kesehatan. Menurut Grefe, tren ini lebih cocok disebut dengan kelainan makan atau penyakit. Karena tren ini benar-benar berbahaya untuk kesehatan dan sebaiknya tidak dilakukan. | Merdeka
Salah satunya adalah munculnya video YouTube yang memperlihatkan seorang wanita muda tengah mencoba makan kapas yang dicelup dengan jus jeruk. Cara ini diakui dilakukan untuk menurunkan berat badan dan agar tidak bertambah gemuk.
Tren ini tentunya membuat para ahli berang. Mereka menganggap hal tersebut adalah cara konyol yang sangat berbahaya. Para ahli juga memberikan peringatan bahwa menelan kapas bukanlah hal yang baik karena kapas mengandung banyak zat kimia sintetik serta serat yang tak bisa dicerna oleh tubuh.
"Pakaian Anda juga terbuat dari polyester. Jadi menelan bola kapas sama dengan mencelupkan pakaian kalian pada jus jeruk dan memakannya," ungkap Brandi Koskie, dari Diets in Review, seperti dilansir oleh Daily Mail (21/11).
Jika ini dilakukan secara terus-menerus, wanita akan berisiko terkena malnutrisi dan mati tersedak. Namun yang paling berbahaya adalah efeknya pada saluran pencernaan yang disebut dengan bezoar. Bezoar terjadi ketika manusia menelan sesuatu yang tak bisa mereka cerna, seperti rambut dan lainnya. Menelan gumpalan kapas juga akan menyebabkan masalah serupa.
Seiring berjalannya waktu, bola kapas akan menumpuk dan menyebabkan sumbatan dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan masalah dan bahkan berujung pada kematian.
Meski begitu, tampaknya hal tersebut tak diperhatikan oleh para wanita muda yang mencoba mendemonstrasikan tren diet makan kapas tersebut di YouTube. Dalam video tersebut dia bahkan dengan senang hati makan kapas dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja setelah memakannya.
"Ya, aku masih hidup. Tak perlu perawatan medis apapun," tulisnya dalam deskripsi videonya yang menunjukkan bahwa dia baik-baik saja setelah memakan bola kapas tersebut.
Lynn Grefe, CEO dari National Eating Disorder menolak menyebut tren ini sebagai diet, karena sama sekali tak berhubungan dengan kesehatan. Menurut Grefe, tren ini lebih cocok disebut dengan kelainan makan atau penyakit. Karena tren ini benar-benar berbahaya untuk kesehatan dan sebaiknya tidak dilakukan. | Merdeka
