Tanya-Jawab AIDS No 9/Juli 2013
Pengantar.
Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang
dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan
tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi
informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan
kirim pertanyaan ke “AIDS Watch Indonesia” (http://www.aidsindonesia.com) melalui: (1) Surat ke PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.
*****
Tanya: Satu setengah bulan yang lalu saya ’jajan’ di panti pijat. Saya ML (hubungan seksual-pen.) dengan memakai kondom. Saya
tahu kondom mengurangi risiko tertular HIV. Tapi, setelah ejakulasi
saya mengeluarkan penis ternyata kondom tertinggal di dalam vagina cewek
tsb. (1) Apakah saya aman dari HIV jika kondom terlepas ketika penis
masih di dalam vagina? (2) Apakah virus bisa masuk ke tubuh saya? (3)
Apakah saya perlu tes HIV setelah tiga bulan biar pun selama masa
jendela saya tidak sakit dan tidak ada gejala AIDS?
Via SMS (18/7-2013)
Jawab:
(1) dan (2) Ketika kondom lepas dari penis Anda ada kemungkinan cairan
vagina terpapar pada penis Anda. Jika cewek panti pijat itu mengidap
HIV/AIDS tentulah ada risiko tertular HIV melalui paparan cairan vagian
pada permukaan penis. Soalnya, salah satu cairan yang mengandung HIV
yang bisa ditularkan pada pengidap HIV/AIDS adalah cairan vagina.
Persoalannya
adalah tidak ada rumus yang menentukan berapa lama penis harus terpapar
cairan vagina yang mengidap HIV/AIDS baru terjadi penularan HIV/AIDS.
Artinya, paparan cairan vagina pada penis ada risiko jika pada penis ada
luka-luka mikroskopis (luka-luka yang hanya bisa dilihat dengan
mikroskop, seperti perih pada gusi ketika berkumur-kumur setelah gosok
gigi).
(3)
Penyakit lain, disebut IMS (infeksi menular seksual), seperti kencing
nanah (GO), sifilis (raja singa), virus hepatitis B, dll. mudah tertular
melalui hubungan seksual tanpa kondom. GO dan sifilis ada gejalanya al.
nanah keluar dari penis atau perih ketika kencing. Celakanya, tertular
virus hepatitis B dan HIV/AIDS tidak ada gejala-gejala yang khas
sehingga tidak disadari sudah tertular HIV.
Keputusan ada di tangan Anda. Jika
Anda merasa terus dihantui ketakutan tertular HIV, sebaiknya Anda
menjalani tes HIV. Tapi, perlu diingat adalah tes HIV lebih baik
dilakukan di sarana tes HIV yang sudah ditetentukan pemerintah, yaitu d
Klinik VCT yang ada di rumah sakit umum di daerah Anda. Tes gratis dan
kerahasiaan dijamin.
Tapi,
ingat. Dalam tiga bulan ke depan sebelum tes HIV Anda jangan melakukan
hubungan seksual tanpa kondom dengan perempuan yang berganti-ganti atau
dengan perempan yang sering ganti-ganti pasangan, seperti cewek pemijat,
PSK, cewek pub, cewek bar, cewek disko, ABG, cewek kampus, anak
sekolah, cewek gratifikasi seks, dll.*** (- AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap).
