Geliat tahun Pemilihan Umum sudah terasa jauh-jauh hari
sebelum 2014 dimulai. Sejumlah tokoh, dengan berbagai latar belakang, kerap
menjadi bahan berita berbagai media, membuat mereka populer. Di Yahoo,
popularitas mereka tercermin dari jumlah klik berita hingga indeks pencarian
informasi terkait tokoh-tokoh tersebut di Yahoo Search.
Dari setumpuk nama-nama yang kerap dicari, tim kami memilah sejumlah nama
berdasar tingkat popularitasnya. Dari sejumlah nama itu, kami pilihkan lagi
mereka yang kerap disebut, atau sudah menyatakan dirinya berminat, sebagai
calon kompetitor di Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014. Di artikel
ini, nama-nama mereka kami urut dari 10 hingga ke yang terpopuler di nomor 1.
Istri Presiden Yudhoyono ini bernama asli Kristiani Herawati, lahir di
Yogyakarta 6 Juli 1952. Beberapa tahun setia mendampingi suaminya, belakangan
ia terlihat lebih aktif dengan kamera canggih di tangan. Di berbagai acara
kenegaraan maupun keluarga, Ani kerap menjadi fotografer. Tentu sudut pandang
dari kamera Ibu Negara bisa punya cerita beda dibanding fotografer lainnya.
Foto-foto itu kerap diunggah ke akun Instagram miliknya. Tak hanya mengirim
foto, Ibu Ani juga sering menjawab berbagai komentar, termasuk
komentar-komentar olok-olok yang kerap hinggap. Responsnya atas komentator yang
menanggapi foto cucunya hingga foto putranya, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang
sering memakai lengan panjang, lumayan jadi sorotan. Soalnya, komentar Ibu
Negara lumayan pedas.
Ia juga sempat ramai dibincangkan ketika sejumlah tokoh Partai Demokrat mulai
menyebut namanya layak untuk maju ke kursi 2014. Mungkin hanya upaya
"testing the water", yang jelas Ani kemudian tak masuk ke konvensi
Partai Demokrat. Yang menarik, dari segi indeks pencarian di Yahoo, popularitas
Ani masih kalah jauh dibanding Annisa Pohan, bahkan oleh Edhie Baskoro
Yudhoyono (yang dikenal tak banyak bicara). Dua nama itu tak masuk di daftar
ini karena, tentu saja, belum pernah disebut sebagai kandidat menuju 2014.
9. Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan
Pria bernama lengkap Gita Irawan Wirjawan ini adalah Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lahir di Jakarta 21 September 1965, ia merambah dunia politik dengan mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.
Pria bernama lengkap Gita Irawan Wirjawan ini adalah Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lahir di Jakarta 21 September 1965, ia merambah dunia politik dengan mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.
Dalam dunia perdagangan, namanya sempat terseret dalam kasus kartel Bawang
Putih September silam. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menduga Gita
terlibat dalam kartel yang dilakukan 19 importir, sehingga melanggar ketentuan
Pasal 24 UU Nomor 5 Tahun 1999 terkait larangan praktik monopoli.
Putra pasangan Wirjawan Djojosoegito (almarhum) dan Paula Warokka Wirjawan
mulai berbisnis sejak 2008 dengan mendirikan perusahaan investasi bernama
Ancora Capital. Sebelumnya dia berkarir di JP Morgan, perusahaan pengelola dana
investasi asal Amerika Serikat.
Kini, hartanya sekitar Rp500 miliar. Perusahaannya, Ancora, juga terus
berkembang semakin besar, dengan membeli banyak perusahaan. Namun, suami Yasmin
Stamboel ini lebih tertarik dengan dunia politik. Sambil mengikuti konvensi di
Partai Demokrat, ia giat membangun citra di berbagai media. Indikatornya: iklan
politiknya bertebaran.
8. Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem
Surya Dharma Paloh atau yang dikenal sebagai Surya Paloh
adalah salah satu politisi sekaligus pebisnis media di Indonesia. Pria
kelahiran Kutaraja, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, 16 Juli 1951 (umur 62
tahun) ini adalah pemilik harian Media Indonesia, Lampung Post, dan stasiun
televisi berita Metro TV. Saat ini, menjadi Ketua Umum Partai Nasional
Demokrat.
Surya Paloh telah dikenal di dunia politik dan sempat mengikuti konvensi calon
presiden Partai Golkar pada 2004. Setelah mengundurkan diri dari Partai Golkar
pada 2009, ia lalu mendirikan ormas Nasional Demokrat bersama Sri Sultan
Hamengku Buwono X, yang akhirnya pada 2011, berubah menjadi partai politik dan
menjadi peserta Pemilu 2014.
Di dunia politik, salah satu pendiri Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan
Indonesia (FKPPI) ini bertikai dengan Harry Tanoesoedibjo, ketika sama-sama di
Nasdem. Harry Tanoe kemudian hengkang ke Partai Hanura untuk berkongsi dengan
bekas tokoh militer Wiranto.
Di dunia bisnis, Surya mengawalinya sebagai pemasok sembilan kebutuhan pokok di
daerah Dolok Merangir, Sumatera Utara. Karir bisnisnya semakin menanjak menjadi
agen penjualan mobil Volkswagen dan Ford untuk Sumatra Utara dan Aceh. Di
Jakarta, dia memulainya dengan bisnis katering, dan selanjutnya media. Kini,
bisnis minyak dan gas serta perkebunan digeluti melalui bendera PT Surya Energi
Raya dan PT Sawit Sumbermas Sarana.
7. Hatta Rajasa, Menko Perekonomian
Salah satu kebijakan pria kelahiran Palembang, 18 Desember 1953 (59 tahun) yang
menjadi sorot publik adalah kebijakan mobil murah alias low cost green car
(LCGC). Keberadaan mobil murah dinilai memberikan efek buntung bagi Indonesia
karena hanya menuai kemacetan. Akan tetapi, Ketua Umum PAN ini jalan terus.
Di luar sebagai menteri, kegiatan hidupnya pun sempat menjadi buah bibir
masyarakat di tahun 2013. Salah satunya adalah pernikahan anaknya, Siti Noor
Azima Rajasa, dengan Audy Satria Wardhana pada Oktober 2013. Kala itu, Presiden
RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI, Boediono pun hadir sebagai
saksi pernikahan Azima.
Hatta yang sejak 2001- era Presiden Megawati Soekarnoputri hingga saat ini -
sudah menjadi menteri ini adalah besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
akibat pernikahan putrinya: Siti Ruby Aliya Rajasa dengan Edhie Baskoro Yudhoyono
(Ibas).
Nama ayah empat anak ini juga mencuat ketika putranya, Muhammad Rasyid
Amrullah, mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi pada awal tahun. Dalam kasus
yang menewaskan dua orang itu, putra Hatta itu divonis hukuman percobaan 6
bulan, sehingga ia tak perlu mendekam di balik jeruji besi.
6. Mahfud MD, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi
Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U. atau yang dikenal sebagai Mahfud MD sempat menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2011). Pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957 (umur 56 tahun) ini juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Persatuan Nasional (2000-2001), serta Menteri Hukum dan HAM (2001-2001).
Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U. atau yang dikenal sebagai Mahfud MD sempat menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2011). Pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957 (umur 56 tahun) ini juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Persatuan Nasional (2000-2001), serta Menteri Hukum dan HAM (2001-2001).
Kisah Mahfud di tahun 2013 bermula dari isu pencapresan dirinya di awal tahun,
berkat kiprahnya sebagai Ketua MK yang lumayan menerbitkan harapan masyarakat.
Suami Zaizatun Nihayati ini sempat dilamar Partai Demokrat untuk ikut Konvensi
Calon Presiden. Namun dia menolak, dengan alasan setelah mendengar saran para
kyai. Kini, dia dicalonkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa.
5. Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden
Muhammad Jusuf Kalla lahir di Watampone, Bone, Sulsel 15 Mei 1942 (umur 71 tahun). Wakil Presiden RI 2004-2009 ini gagal bertarung dengan mantan duetnya di Pemilu 2009. Ia lalu aktif di kegiatan sosial, antara lain sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia dan Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia.
Muhammad Jusuf Kalla lahir di Watampone, Bone, Sulsel 15 Mei 1942 (umur 71 tahun). Wakil Presiden RI 2004-2009 ini gagal bertarung dengan mantan duetnya di Pemilu 2009. Ia lalu aktif di kegiatan sosial, antara lain sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia dan Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia.
Terlepas dari isu politik, ayah lima anak ini sempat dipanggil Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) guna dimintai keterangan terkait dengan
penyelidikan kasus pengambilalihan Bank Century. Kasus pengucuran dana Rp6,7
triliun yang melibatkan Wakil Presiden Boediono yang ketika itu menjabat
Gubernur Bank Indonesia, ini diduga ada korupsi. JK membuat pernyataan mengejutkan:
dia merasa tidak dilaporkan dan bahkan, tidak sepakat bahwa bank tersebut
dianggap berdampak sistemik sehingga perlu diselamatkan dengan uang negara.
4. Farhat Abbas, Pengacara
Pria kelahiran Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau 22 Juni 1976 (37 tahun) ini kerap meluncurkan komentar pedas terhadap peristiwa orang lain, terutama kalangan artis, melalui media sosial. Media hiburan banyak menyorotnya lantaran kicauan yang membuat banyak orang marah itu. Bagai iklan gratis, ini membuat si pengacara itu populer.
Pria kelahiran Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau 22 Juni 1976 (37 tahun) ini kerap meluncurkan komentar pedas terhadap peristiwa orang lain, terutama kalangan artis, melalui media sosial. Media hiburan banyak menyorotnya lantaran kicauan yang membuat banyak orang marah itu. Bagai iklan gratis, ini membuat si pengacara itu populer.
Gara-gara komentar pedasnya di Twitter, suami mantan penyanyi Nia Daniati ini
sempat tersandung. Yakni, tudingan rasis terhadap Wakil Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia lalu meminta maaf setelah kasusnya
dilaporkan ke polisi.
Baru-baru ini, Farhat mengomentari cara pengasuhan Dhani kepada anaknya,
terkait dengan kecelakaan yang dialami AQJ. Tidak terima dengan komentar
pengacara muda itu, putra Ahmad Dhani lainnya, Al dan El, menantangnya tinju.
Berbagai tema seputar adu mulut dengan Dhani ini masih menjadi santapan
tayangan dan situs kabar artis.
Farhat juga giat mengelola akun Twitter, dengan komentar-komentar yang kerap
bikin ramai media sosial. Nah, dia masuk di daftar ini karena menyatakan diri
ingin maju menjadi Presiden 2014, meski belum ada partai yang jelas-jelas
menyatakan berminat meminang dirinya.
3. Hary Tanoesoedibjo, Pengusaha Politisi
Nama aslinya Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo, lahir di Surabaya, 26 September 1965 (umur 48 tahun). Dia termasuk pengusaha yang akhirnya terjun ke dunia politik. Melalui Partai Hanura, pemilik kelompok usaha MNC Group tersebut menjadi calon Wakil Presiden, mendampingi Wiranto, pendiri dan Ketua Umum Hanura.
Nama aslinya Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo, lahir di Surabaya, 26 September 1965 (umur 48 tahun). Dia termasuk pengusaha yang akhirnya terjun ke dunia politik. Melalui Partai Hanura, pemilik kelompok usaha MNC Group tersebut menjadi calon Wakil Presiden, mendampingi Wiranto, pendiri dan Ketua Umum Hanura.
Harry Tanoe, dia biasa disapa, termasuk orang terkaya nomor 22 di Indonesia
versi majalah Forbes tahun 2013. Kiprah suami Liliana Tanaja di dunia politik
dimulai pada 2011. Awalnya bergabung dengan organisasi masyarakat yang kemudian
menjadi partai politik, Nasional Demokrat (Nasdem) dengan jabatan terakhir
Ketua Dewan Pakar. Setelah itu minggat ke Partai Hanura, dengan posisi Ketua
Dewan Pertimbangan Partai, sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu)
Hanura.
Ayah lima anak anak dengan kekayaan US$1,35 miliar atau sekitar Rp14,85 triliun
–dengan kurs Rp11.000 per dolar Amerika- ini juga mendirikan organisasi
masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo), yang sekaligus memperlihatkan
keseriusannya terlibat aktif di dunia politik.
Wajahnya kerap muncul di berbagai iklan maupun acara televisi, utamanya di
jaringan MNC miliknya. KPI sempat menduga teve miliknya menggunakan frekuensi
publik untuk partai. Agaknya kemunculannya yang kerap di teve juga berimbas
pada popularitasnya sebagai tokoh yang dicari di Internet.
2. Dahlan Iskan, Menteri BUMN
Menteri BUMN Dahlan Iskan lahir Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951 (umur 62
tahun). Ia dikenal sebagai pejabat fenomenal di Indonesia dengan gayanya yang
relaks dan sempat kerap menggelar "safari merakyat".
Pemilik kelompok usaha media Jawa Pos Group ini ditunjuk menjadi menteri pada
2011, setelah sebelumnya memimpin PT PLN (Persero). Gayanya yang cenderung
“nyeleneh”, seperti ikut melayani di pintu tol akibat adanya kemacetan atau
naik ojek, menjadi sorotan media.
Langkah suami Nafsiah Sabri yang menjadi “buah bibir” berkepanjangan adalah
sikap ngototnya untuk melahirkan mobil listrik. Sayang, ketika melakukan uji
coba yang dikendarai sendiri, kendaraan roda empat merek Tuxuci itu mengalami
kecelakaan di Magetan, Jawa Timur. Dahlan, yang kini ikut konvensi calon
presiden di Partai Demokrat, selamat.
1. Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta
Pria yang akrab dipanggil sebagai Jokowi ini lahir di Surakarta, 21 Juni 1961.
Di usianya yang 52 tahun pada Desember 2013 ini, Jokowi boleh jadi sebagai
orang paling diharapkan untuk memimpin Indonesia, setidaknya menurut hasil
survei beragam lembaga survei.
Suami Iriana ini menjadi Walikota Solo, Jawa Tengah, untuk dua periode:
2005-2010 dan 2010-2015. Belum tuntas untuk periode kedua, kader PDI Perjuangan
itu langsung pindah untuk memimpin Jakarta.
Sejumlah gebrakan dilakukan di ibu kota ini. Menaikkan upah minimum provinsi
(UMP) DKI, dari Rp1,5 per bulan menjadi Rp2,2 juta (juga menolak menaikkannya
lagi), lelang jabatan lurah dan camat, serta gaya kepemimpinan blusukan, yang
kemudian ditiru sejumlah pejabat publik.
Putra pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo ini menjadi primadona
pemberitaan. Tak hanya oleh media dalam negeri, bahkan media terkenal semacam
“New York Times” di Amerika Serikat dan majalah “Spiegel” dari Jerman ikut
memberikan ruang liputan bagi Jokowi.
Hingga akhir tahun 2013, Jokowi belum menyatakan kesediaan diri bertarung di
2014. Ia masih percaya tugasnya memimpin Jakarta sama sekali masih jauh dari
tuntas. Berbagai kalangan menilai, pendirian Jokowi itu bisa berubah bila Ketua
Umum PDIP Megawati Sukarnoputri (yang tak masuk daftar 10 teratas) sudah
mengeluarkan titahnya.
(Bahan oleh Lukman Prasetyo, Andrian Pratama)