BROOKLYN - Sebuah program parenting yang unik mulai diperkenalkan seorang pencipta lagu dan penyanyi, Natalie Weiss, sejak September 2013. Natalie membuat sekolah disc jockey (DJ) khusus bayi di Brooklyn, Amerika Serikat (AS).
Seperti diberitakan Oddity Central, Rabu (12/3/2014), wanita berusia 31 tahun itu mengatakan bahwa dia mendapat ide ketika sedang mengambil peralatan DJ di rumah seorang teman.
"Saat itu saya sedang menjaga seorang anak kecil bernama Rider. Dia berusia satu setengah tahun. Ketika itu saya membuka laptop saya untuk melihat video hasil manggung saya. Kemudian saya bertanya kepada Rider, apakah ia ingin melihat cara kerjanya? Dan dia sangat menyukainya! Melihat dia memiliki antusiasme dan kegembiraan saat mendengan potongan-potongan musik membuat saya berpikir inilah saatnya mengajarkan anak-anak tentang DJ," ujar Natalie.
Sesi pertama berlangsung pada September 2013 di Cool Pony, AS, di tempat toko mainan yang juga rutin mengadakan acara.
Pada sesi pertama itu Natalie banyak menerima reaksi negatif terutama dari komunitas penggeman band indie rock. Tapi, Natalie mengatakan bahwa kelas DJ ini sangat penting karena anak-anak sangat tertarik dengan musik dan elektronik.
Sekolah Dj untuk bayi ini tampaknya sangat diminati oleh anak-anak yang ikut sekolah DJ milik Natalie ini. Para bayi-bayi itu sangat menikmati ketika sedang menekan tombol dan memainkan peralatan musik.
Bahkan, mereka benar-benar merespons musik dan mengerti apa arti dari musik elektronik tersebut. Natalie hanya membuka kelas untuk bayi berusia tiga bulan sampai tiga tahun. Hal itu dikarenakan pada saat itulah masa emas bagi membentuk pikiran seorang bayi.
Tidak hanya bayi-bayi itu yang snagat bersemangat mengikuti kelas DJ ini, para orangtua yang mengantar dan menemani sang bayi di dalam kelas juga ikut bersemangat. Menurut Audrey Beerman, yang datang bersama anaknya Ari, mengatakan bahwa kebanyakan program bayi lain begitu membosankan.
"Saya pikir apa pun yang membuat anak-anak mencintai musik sejak dini itu adalah hal yang baik,” ungkap Audrey. (ade) | Okezone
Seperti diberitakan Oddity Central, Rabu (12/3/2014), wanita berusia 31 tahun itu mengatakan bahwa dia mendapat ide ketika sedang mengambil peralatan DJ di rumah seorang teman.
"Saat itu saya sedang menjaga seorang anak kecil bernama Rider. Dia berusia satu setengah tahun. Ketika itu saya membuka laptop saya untuk melihat video hasil manggung saya. Kemudian saya bertanya kepada Rider, apakah ia ingin melihat cara kerjanya? Dan dia sangat menyukainya! Melihat dia memiliki antusiasme dan kegembiraan saat mendengan potongan-potongan musik membuat saya berpikir inilah saatnya mengajarkan anak-anak tentang DJ," ujar Natalie.
Sesi pertama berlangsung pada September 2013 di Cool Pony, AS, di tempat toko mainan yang juga rutin mengadakan acara.
Pada sesi pertama itu Natalie banyak menerima reaksi negatif terutama dari komunitas penggeman band indie rock. Tapi, Natalie mengatakan bahwa kelas DJ ini sangat penting karena anak-anak sangat tertarik dengan musik dan elektronik.
Sekolah Dj untuk bayi ini tampaknya sangat diminati oleh anak-anak yang ikut sekolah DJ milik Natalie ini. Para bayi-bayi itu sangat menikmati ketika sedang menekan tombol dan memainkan peralatan musik.
Bahkan, mereka benar-benar merespons musik dan mengerti apa arti dari musik elektronik tersebut. Natalie hanya membuka kelas untuk bayi berusia tiga bulan sampai tiga tahun. Hal itu dikarenakan pada saat itulah masa emas bagi membentuk pikiran seorang bayi.
Tidak hanya bayi-bayi itu yang snagat bersemangat mengikuti kelas DJ ini, para orangtua yang mengantar dan menemani sang bayi di dalam kelas juga ikut bersemangat. Menurut Audrey Beerman, yang datang bersama anaknya Ari, mengatakan bahwa kebanyakan program bayi lain begitu membosankan.
"Saya pikir apa pun yang membuat anak-anak mencintai musik sejak dini itu adalah hal yang baik,” ungkap Audrey. (ade) | Okezone
