Berita terbaru, tersangka Jean Alter sudah ditangkap polisi di Nabire Papua. Hebat yah polisi Indonesia, kalo nangkap tersangka pembunuhan cepat sekali. Salute.
Apa yang salah dengan hubungan cinta antara pria muda dan wanita matang
manggis? Atau antara gadis belia nan kinyis-kinyis dengan pria paruh
baya yang cocok dipanggil Papa atau Opa? Saya pribadi berpendapat, tidak ada yang salah, panah cinta dari Dewa Amor bisa menusuk hati dan jantung siapa saja, gak pandang bulu, gak pilih-pilih, yang penting orang tersebut punya hati dan punya alat kelamin yang berbulu.
Bagaimana Dewa Amor bisa memanah anak panah cintanya ke anak manusia
yang sudah mempunyai pasangan? Yang wanita punya suami, atau yang pria
punya istri? Hasil riset non ilmiah saya menemukan jawabannya ; Dewa Amor tidak punya data base, mana anak manusia yang sudah menikah? Mana yang belum menikah? Dewa
Amor tidak pernah bertanya dan melakukan konfirmasi ke Kantor Urusan
Agama atau Kantor Catatan Sipil tentang status pernikahan seseorang.
Kembali ke Laptop
Mengapa Sri Wahyuni yang punya kehidupan bahagia (?) bersama suami dan
anak-anaknya, masih mau main api dengan seorang pria muda bernama Jean
Alter? Yang berdasarkan informasi di situs
cari jodoh passarjodoh.blogspot.com. Jean Alter terdaftar sebagai
member sejak 18 September 2009, dan jodoh yang dikehendaki oleh Jean
Alter sesuai testimoninya adalah ”tante yg lagi lonely.” Banyak
spekulasi beredar, tapi paling tidak 3 spekulasi ini layak untuk dibahas
dan diperdebatkan, cekidot ;
1. Sri Wahyuni tidak mendapatkan kepuasan seksual dari suaminya.
Alasan paling logis dan masuk akal adalah masalah kepuasan urusan
ranjang. Mungkin suami Sri wahyuni sibuk dengan urusan pekerjaan,
organisasi, teman-teman atau anak angkat, sehinggga tidak punya waktu
yang cukup untuk bersama-sama dengan istri tercinta, apalagi
membahagiakannya lahir batin, sehingga si istri mencari kebahagiaan
lahir batin tersebut dengan jalan pintas, yaitu melalui pria-pria model
Jean Alter yang nyambi jadi gigolo. Survey membuktikan, hampir tidak ada
gigolo yang tidak bisa memberi kepuasan kepada pasangannya, walaupun
pasangannya tersebut sudah berumur 90 tahun lebih.
Mungkin juga suami Sri Wahyuni sudah tidak bisa memuaskan hasrat birahi
Sri yang memasuki puber kedua di usia 42 tahun ini. Tidak memuaskan ini
bisa disebabkan karena 2 hal, yaitu ukuran Mr P yang di bawah standar,
dan daya tahan Mr P dari penetrasi sampai ejakulasi (lebih dari 15 mnt
termasuk kondisi normal).
2. Jean Alter pandai merayu dan membuat Sri Wahyuni terbang ke surga
Belum ada data resmi yang mengatakan Jean Alter pandai berpuisi seperti
Rangga di film AADC yang mampu membuat Cinta klepek-klepek sehingga
tidak bisa membedakan 1 purnama dengan 144 purnama, atau seperti Chairil
Anwar yang mampu membuat terkenal kota Karawang Bekasi melebihi
gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Namun, dari klepek-klepeknya Sri Wahyuni yang kemana-mana unang eneng
dengan Jean Alter seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta, bisa
dipastikan Jean Alter sudah menyentuh hati Sri Mulyani. Persis lirik
lagu dari Ari Lasso berjudul Rahasia Perempuan, yang berkata “Sentuhlah
dia tepat di hatinya, dia kan jadi milikmu selamanya. Sentuh dengan
setulus cinta. Buat hatinya terbang melayang.”
Untuk pria muda seperti Jean Alter, untuk menaklukan wanita cantik
matang manggis glamour seperti Sri Wahyuni tidak membutuhkan kepintaran
dan kemapanan, tetapi cukup kata-kata manis semanis madu, memuji dan
memuja setiap waktu Sri Wahyuni yang di usia matang manggis masih
terlihat kinyis-kinyis, cantik seperti bidadari turun dari khayangan,
baik dan manjain seperti Megawati Soekarno Putri dan sexy seperti Bella
Sophie. Saya menenggarai Jean Alter sudah berhasil menyentuh hati Sri
Wahyuni.
3. Sri Wahyuni dan Jean Alter tidak takut dosa
Apa yang bisa menyebabkan manusia melawan larangan Allah SWT? Jawabnya
sederhana, yaitu godaan setan yang maha kuat, sehingga anak manusia
menjadi gelap mata dan tidak takut akan dosa. Dosa besar plus api neraka
yang panas tidak menjadikan anak manusia takut dan tidak melanggar
larangan Tuhan.
Bayangan akan kenikmatan surga duniawi mengalahkan bayangan siksaan api
neraka. Dalam beberapa kasus, agama dianggap gagal memberikan pedoman
kepada anak manusia agar menjalankan perintahNya dan menjauhi
laranganNya.
Dari 3 point di atas, kita bisa mengantisipasi diri kita, atau
keluarga kita, supaya tidak mengalami kejadian seperti menimpa Sri
Wahyuni dengan Jean Alter.
Pelajaran penting yang bisa dipetik disini, terhadap suami/istri orang,
jika memang punya ketertarikan secara pribadi, segera batasi diri, bahwa
dia milik orang lain. Jangan pernah berpikir untuk bercinta dengannya,
apalagi berpikir menikahinya.
Pakai saja prinsip ; dilihat boleh, dipegang jangan, apalagi dipakai. Contoh sederhana dan tidak jauh lihat saja Pakde Kartono yang ganteng, pintar, humoris dan mapan. Pakde Kartono memasang status di halaman profil kompasiana dengan kata-kata “Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah”
Hal tersebut secara tidak langsung memberi kode kepada gadis-gadis
kinyis-kinyis, mbak-mbak office dan wanita-wanita matang manggis yang suka, simpati, bahkan cinta dan sayang ke Pakde Kartono, untuk tidak berharap terlalu jauh Pakde Kartono.
Bukan karena pakde tidak akan merespon rasa yang ada, tapi karena Pakde
paham sepahamnya, bahwa dunia maya tetaplah dunia maya, seperti
diniatkan dari awal saya gabung ke kompasiana. Kalo mau suka-sukaan,
simpati-simpatian, cinta-cintaan, sayang-sayangan, bukan di kompasiana
tempatnya, bukan di media sosial, tapi di hotel, terserah mau di hotel
bintang 5 atau di hotel transit. | Sosok Kompasiana | Pakde Kartono

