Jean Alter Sang Pria Muda Pemuas Birahi Tante-tante Kesepian

Membaca berita di media online tentang kematian seorang wanita cantik matang manggis dengan lidah terjulur bernama Sri Wahyuningsih (42 thn) di dalam mobil Honda Freed di parkiran Bandara Soekarno Hatta, di mana berdasarkan hasil penyidikan polisi, pria yang terakhir bersamanya adalah seorang pria muda bernama Jean Alter, yang berdasarkan kabar burung yang sudah beredar luas, adalah seorang gigolo yang senang dengan tante-tante kesepian, lalu dihiburnya biar hatinya menjadi gembira riang a.k.a girang.

Berita terbaru, tersangka Jean Alter sudah ditangkap polisi di Nabire Papua. Hebat yah polisi Indonesia, kalo nangkap tersangka pembunuhan cepat sekali. Salute.

Apa yang salah dengan hubungan cinta antara pria muda dan wanita matang manggis? Atau antara gadis belia nan kinyis-kinyis dengan pria paruh baya yang cocok dipanggil Papa atau Opa? Saya pribadi berpendapat, tidak ada yang salah, panah cinta dari Dewa Amor bisa menusuk hati dan jantung siapa saja, gak pandang bulu, gak pilih-pilih, yang penting orang tersebut punya hati dan punya alat kelamin yang berbulu.

Bagaimana Dewa Amor bisa memanah anak panah cintanya ke anak manusia yang sudah mempunyai pasangan? Yang wanita punya suami, atau yang pria punya istri? Hasil riset non ilmiah saya menemukan jawabannya ; Dewa Amor tidak punya data base, mana anak manusia yang sudah menikah? Mana yang belum menikah? Dewa Amor tidak pernah bertanya dan melakukan konfirmasi ke Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil tentang status pernikahan seseorang.

Kembali ke Laptop
Mengapa Sri Wahyuni yang punya kehidupan bahagia (?) bersama suami dan anak-anaknya, masih mau main api dengan seorang pria muda bernama Jean Alter? Yang berdasarkan informasi di situs cari jodoh passarjodoh.blogspot.com. Jean Alter terdaftar sebagai member sejak 18 September 2009, dan jodoh yang dikehendaki oleh Jean Alter sesuai testimoninya adalah ”tante yg lagi lonely.” Banyak spekulasi beredar, tapi paling tidak 3 spekulasi ini layak untuk dibahas dan diperdebatkan, cekidot ;

1. Sri Wahyuni tidak mendapatkan kepuasan seksual dari suaminya.
Alasan paling logis dan masuk akal adalah masalah kepuasan urusan ranjang. Mungkin suami Sri wahyuni sibuk dengan urusan pekerjaan, organisasi, teman-teman atau anak angkat, sehinggga tidak punya waktu yang cukup untuk bersama-sama dengan istri tercinta, apalagi membahagiakannya lahir batin, sehingga si istri mencari kebahagiaan lahir batin tersebut dengan jalan pintas, yaitu melalui pria-pria model Jean Alter yang nyambi jadi gigolo. Survey membuktikan, hampir tidak ada gigolo yang tidak bisa memberi kepuasan kepada pasangannya, walaupun pasangannya tersebut sudah berumur 90 tahun lebih.

Mungkin juga suami Sri Wahyuni sudah tidak bisa memuaskan hasrat birahi Sri yang memasuki puber kedua di usia 42 tahun ini. Tidak memuaskan ini bisa disebabkan karena 2 hal, yaitu ukuran Mr P yang di bawah standar, dan daya tahan Mr P dari penetrasi sampai ejakulasi (lebih dari 15 mnt termasuk kondisi normal).

2. Jean Alter pandai merayu dan membuat Sri Wahyuni terbang ke surga
Belum ada data resmi yang mengatakan Jean Alter pandai berpuisi seperti Rangga di film AADC yang mampu membuat Cinta klepek-klepek sehingga tidak bisa membedakan 1 purnama dengan 144 purnama, atau seperti Chairil Anwar yang mampu membuat terkenal kota Karawang Bekasi melebihi gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Namun, dari klepek-klepeknya Sri Wahyuni yang kemana-mana unang eneng dengan Jean Alter seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta, bisa dipastikan Jean Alter sudah menyentuh hati Sri Mulyani. Persis lirik lagu dari Ari Lasso berjudul Rahasia Perempuan, yang berkata “Sentuhlah dia tepat di hatinya, dia kan jadi milikmu selamanya. Sentuh dengan setulus cinta. Buat hatinya terbang melayang.”

Untuk pria muda seperti Jean Alter, untuk menaklukan wanita cantik matang manggis glamour seperti Sri Wahyuni tidak membutuhkan kepintaran dan kemapanan, tetapi cukup kata-kata manis semanis madu, memuji dan memuja setiap waktu Sri Wahyuni yang di usia matang manggis masih terlihat kinyis-kinyis, cantik seperti bidadari turun dari khayangan, baik dan manjain seperti Megawati Soekarno Putri dan sexy seperti Bella Sophie. Saya menenggarai Jean Alter sudah berhasil menyentuh hati Sri Wahyuni.

3. Sri Wahyuni dan Jean Alter tidak takut dosa
Apa yang bisa menyebabkan manusia melawan larangan Allah SWT? Jawabnya sederhana, yaitu godaan setan yang maha kuat, sehingga anak manusia menjadi gelap mata dan tidak takut akan dosa. Dosa besar plus api neraka yang panas tidak menjadikan anak manusia takut dan tidak melanggar larangan Tuhan.

Bayangan akan kenikmatan surga duniawi mengalahkan bayangan siksaan api neraka. Dalam beberapa kasus, agama dianggap gagal memberikan pedoman kepada anak manusia agar menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Dari 3 point di atas, kita bisa mengantisipasi diri kita, atau keluarga kita, supaya tidak mengalami kejadian seperti menimpa Sri Wahyuni dengan Jean Alter.

Pelajaran penting yang bisa dipetik disini, terhadap suami/istri orang, jika memang punya ketertarikan secara pribadi, segera batasi diri, bahwa dia milik orang lain. Jangan pernah berpikir untuk bercinta dengannya, apalagi berpikir menikahinya.

Pakai saja prinsip ; dilihat boleh, dipegang jangan, apalagi dipakai. Contoh sederhana dan tidak jauh lihat saja Pakde Kartono yang ganteng, pintar, humoris dan mapan. Pakde Kartono memasang status di halaman profil kompasiana dengan kata-kata “Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah”

Hal tersebut secara tidak langsung memberi kode kepada gadis-gadis kinyis-kinyis, mbak-mbak office dan wanita-wanita matang manggis yang suka, simpati, bahkan cinta dan sayang ke Pakde Kartono, untuk tidak berharap terlalu jauh Pakde Kartono. Bukan karena pakde tidak akan merespon rasa yang ada, tapi karena Pakde paham sepahamnya, bahwa dunia maya tetaplah dunia maya, seperti diniatkan dari awal saya gabung ke kompasiana. Kalo mau suka-sukaan, simpati-simpatian, cinta-cintaan, sayang-sayangan, bukan di kompasiana tempatnya, bukan di media sosial, tapi di hotel, terserah mau di hotel bintang 5 atau di hotel transit. | Sosok Kompasiana | Pakde Kartono
Lebih baru Lebih lama