Perlukah Cuci Vagina dengan Cairan Pembersih Kewanitaan? - Ada banyak pilihan cairan pembersih wanita di pasaran yang mengklaim
bisa membuat organ kewanitaan wanita jadi lebih bersih dan wangi. Namun
perlukah mencuci daerah kewanitaan dengan menggunakan cairan pembersih
kewanitaan?
Ahli Kebidaan dan kandungan sekaligus penulis Is It Me or My
Hormones? The Good, the Bad and the Ugly about PMS, Perimenopause, and
All the Crazy Things that Occur with Hormone Imbalance, Marcelle Pick menyatakan tidak terlalu perlu menggunakan cairan pembersih kewanitaan sehari-hari.
"Pada umumnya vagina memiliki tingkatk keasaaman yang seimbang dan
tidak perlu dibersihkan menggunakan cairan khusus untuk menjaga
keseimbangan tersebut. Selain itu, vagina pun ajaib karena dapat
membersihkan dirinya sendiri," terang Picke seperti dilansir Cosmopolitan pada Senin (19/1/2015).
Namun, cairn pembersih ini bisa digunakan jika terjadi infeksi pada vagina dan diresepkan oleh dokter.
Jika tidak digunakan pada saat yang tepat, membersihkan vagina dengan
cairan pembersih khusus malah mengganggu keseimbangan lingkungan yang
ada di sana. Vagina yang normalnya memiliki pH (tingkat keasaman) normal
3,5-4,5 bisa berubah. Lalu, bakteri baik dalam vagina yaitu
lactobacilli malah tidak bisa mampu untuk melawan bakteri yang
menyebabkan bau, iritasi, dan bakteri vagina. | Liputan6
