Pesan singkat atau SMS yang berisikan ancaman pada polisi dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di Tangerang pada Rabu 18 Maret 2015.
Atasan ancaman yang beredar itu, Wakapolri Badrodin Haiti pun menegaskan pihaknya akan menelusuri kasus tersbut.
Berikut isi SMS ancaman yang diduga dikirimkan kelompok militan ISIS:
"Semua Kepolisian mau kami habisi. Tinggal tunggu waktu. Kami anggota ISIS sudah sakit hati… juga Jokowi harus mati.
Kami tidak main2. Kami ISIS, akan menghancurkan Polri, Jaksa
Agung dan Presiden kurus. Telah memvonis bahwa narkoba perusak generasi,
padahal narkoba ini membuat orang bersemangat, kalau orang mau mati ya
mati dong bukan narkobanya. Juga ISIS, kami telah di jelek2an bahwa kami
pemberontak, tapi kami hanya merekrut untuk bekerja sama, toh mereka
kami gaji. Seolah2 kalian paling benar. Liat tuh pengeruk uang rakyat,
kok nyantai aja.
Kami telah instruksi anggota kami untuk bersiap2 menghancurkan
kalian. Kami dari Lampung Timur, markas kami di Sumur Kucing Lampung
Timur." (Okezone)
