Seks Yang Baik Menurut Ajaran Agama Masing-masing

Tahukah kalian cara berhubungan seks yang dianggap baik menurut ajaran agama itu masing-masing tidak berbeda jauh, mungkin kita sebelumnya tidak pernah menyangka yah kalau berhubungan seks juga perlu diatur dan ada tata cara tertentu.

Dengan adanya artikel ini bukan untuk semata menimbulkan perbandingan apalagi provokasi loh! tapi membuka wawasan kita seperti apa saja seks yang sehat dan baik dari sudat pandang masing-masing agama.

Mulai dari ajaran seks yang baik menurut Islam, Hindhu, Kristen, dan Budha yang berhasil dirangkup menjadi satu dari berbagai sumber!

Nah, biar gak penasaran! berikut ini informasinya:

Seks Yang Baik Menurut Ajaran Agama Masing-masing

1. Seks Yang Baik Menurut Ajaran Islam

Padahal, tidak seperti pemikiran orang pada umumnya, seks yang Islami menurut ajaran agama Islam malah tidak menyarankan lelaki dan perempuan dalam keadaan telanjang bulat lho, atau dengan kata lain harus menggunakan semacam penutup tubuh.

Jadi, disarankan untuk menutup tubuh Anda berdua dengan selimut ketika bercinta. Kemudian, wajib bagi sang lelaki atau suami untuk bercumbu dan bermesraan terlebih dahulu dengan istrinya agar istrinya terangsang. Kalau itu memang masuk akal sih..

Percakapan yang dilakukan selama jeda percumbuan juga disarankan lho Ladies agar tidak cepat selesai alias bisa lama. Selanjutnya, seperti yang juga terlansir kembali dari situs detik.com, berhubungan seks melalui dubur atau anal sex sangat diharamkan dalam Islam. Konon katanya, Alquran menyebutkan bahwa anak yang dihasilkan oleh pasangan yang menyukai anal seks akan bermata juling.

Larangan lain adalah berhubungan intim ketika wanita sedang haid, karena darah haid adalah kotor. Sebelum berhubungan pun disarankan untuk berdoa, begitu pula saat air mani akan keluar dan setelah selesai berhubungan.

Ternyata, sedikit ribet juga yah? Wajar saja, karena dalam Islam, hubungan intim suami istri merupakan ibadah, sehingga diperlukan tata cara khusus agar mendapatkan barokah dari Allah SWT.

2. Seks Yang Baik Menurut Ajaran Budha
Menurut Ajaran Budhis. hubungan seksual dapat dikatakan sebagai suatu bentuk dari cinta lho! seksual adalah bertujuan untuk membahagaikan pasangannya dengan beberapa perbuatan seperti memberi sentuhan yang lembut, tatapan yang hangat dan juga perhatian.

Tetapi, hubungan seksual hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah terikat, dengan kata lain sudah jadi pasangan suami istri.

Dalam sila ketiga (Kamesumicchara), yang merupakan sila yang mengatur mengenai hubungan seksual dalam Budha yang mengharuskan melakukannya dengan benar. 

Hubungan seksual yang benar adalah hubungan seksual yang dilakukan dengan pasangan sah, dan juga tidak melakukannya dengan obyek pelanggaran.

Obyek pelanggaran yang dimaksud adalah saudara kandung, orang yang masih dibawah perwalian dan suami atau istri orang. Bila melanggar, hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu tindakan perzinahan.

Bentuk pelanggaran tersebut dapat mengakibatkan penderitaan yang tiada akhir bagi sang pelaku. Jadi, walaupun seksual adalah dikatakan sebagai perwujudan dari rasa cinta, tetapi seksual juga harus dilakukan menurut aturan atau ajaran yang ada sehingga tujuan hubungan seksual yang sebenarnya tidak melenceng ke mana-mana.

3. Seks Yang Baik Menurut Ajaran Hindhu Agama Hindu 

Memandang bahwa hubungan seks yang baik itu tidak semata-mata untuk kesengangan saja, melainkan memiliki tujuan tertentu yaitu seperti agar mempunyai keturunan.

Oleh sebab itu, seperti ajaran agama lain pula, perzinahan dianggap sebagai sesuatu hal yang sangat dilarang juga dalam ajaran agama Hindhu.

Untuk memiliki aktifitas seks yang baik, ada beberapa tata cara atau tradisi yang biasa dilakukan umat Hindhu sebelum melakukan hubungan seks dengan suami atau istrinya.


Beberapa tata cara tersebut antara lain mandi atau membersihkan badan terlebih dahulu, sembahyang kepada Dewa-Dewi Smara Ratih, dan tidak boleh dilakukan dalam keadaan mabuk, marah, sedih bahkan terlalu senang.

Hubungan seks juga tidak boleh dilakukan pada beberapa waktu tertentu seperti waktu fajar, tengah hari, menjelang matahari terbenam, saat purnama dan hari raya. Ditambah lagi, tidak boleh meniru gaya binatang, atau yang mungkin lebih akrab kita kenal dengan doggy style.

Bahkan, pada jaman dahulu di Bali, ada gamelan bernama ‘semare pegulingan’ yang artinya asmara ditempat tidur.

Gamelan tersebut ditabuh di puri-puri pada saat raja berintim ria dengan permaisuri.

Walaupun terkesan ribet, tetapi ada suatu kepercayaan bahwa bila hubungan seks dilakukan secara patut menurut beberapa tata cara di atas anak yang dihasilkan juga akan memiliki kualitas yang baik lho.

Seperti mempunyai budi pekerti yang baik dan rajin sembahyang. Namun, bila melakukan hubungan seks dengan cara yang menyimpang, maka anak yang dilahirkan juga akan memiliki kualitas sebaliknya, seperti bandel, bodoh dan jahat.

4. Seks Yang Baik Menurut Ajaran Kristen 
Selama ini kita banyak mengenal hubungan seks dari sudut pandang biologis dan psikologis dan psikologis saja.

Tahukah kalian bahwa seks juga bisa menjadi sebuah ritual yang dianggap bisa membuat manusia bisa melihat Tuhan?

Ada sebuah ritual bernama Hieros Gamos. Menurut jashow.org, Hieros Gamos adalah penyatuan seksual yang terjadi secara alami antara lelaki dan perempuan.

Dengan penyatuan itu, mereka membentuk sebuah kesatuan religious. Namun, ritual ini sering kali dicap menyesatkan dan memalukan.

Sekarang, para lelaki yang menjalani ritual ini takut akan pandangan bahwa mereka melakukan penyatuan karena "godaan setan" semata, dengan dibantu dengan partner mereka, yaitu perempuan.

Nah, kontroversi ini memunculkan sebuah isu dimana gereja melarang umatnya untuk berhubungan seksual. Hal itu tidak benar, karena tidak ada ayat di Injil yang menyebutkan larangan itu.

Gereja mencantumkan bahwa seks yang mendampingi pernikahan adalah sebuah hal yang baik.

Tidak hanya itu, seks merupakan ciptaan Tuhan, dan segala sesuatu yang diciptakan Tuhan adalah baik.

Namun, seks yang baik adalah seks yang dilakukan dalam lingkatan pernikahan. Oleh sebab itu, mereka yang merasa tidak bisa menahan nafsu disarankan untuk segera menikah.

Nah, sebenarnya ini juga bisa menjadi landasan kita untuk memahami bahwa seks sebenarnya merupakan sebuah pilihan lain dalam beribadah.

Hanya saja, tujuan berhubungan seksual dalam beberapa agama dan kepercayaan berbeda, semoga bermanfaat yah! (HarusBaca)
Lebih baru Lebih lama