LGBT Indonesia - Berdasarkan data Dinas Kesehatan
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, jumlah penderita HIV/AIDS saat ini
mencapai 259 orang. Jumlah penderita dari kalangan penyuka sesama jenis
meningkat.
Berdasarkan data tersebut, penderitanya dari berbagai latar belakang,
berdasarkan faktor risiko, mulai dari yang tertular oleh pasangan (suami
maupun istri), anak dari ibu yang telah mengidap, heteroseksual, bahkan
sampai homoseks.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis drg Engkan Iskandar
mengungkapkan, penderita HIV/AIDS dari kalangan homoseks di Ciamis
cenderung mengalami lonjakan yang sangat signifikan.
Tahun 2012, penderita HIV/AIDS masih nihil. Setahun kemudian, tahun 2013
mulai terdata menjadi 10 orang. Pada tahun 2014, bertambah 11 orang.
Terakhir, pendataan di tahun 2015 ada penambahan sebanyak 17 orang,
sehingga totalnya menjadi 38 orang.
"Memang penderita HIV/AIDS masih didominasi oleh heteroseks, tapi
perkembangannya tetap. Sedangkan untuk homoseks atau dari penyuka sesama
jenis ini dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Artinya
peningkatan saat ini didominasi oleh gay," ujarnya saat ditemui di
Kantor Dinas Kesehatan Ciamis, Jalan Iwa Kusumasomantri, Jumat
(19/2/2016).
Menurut dia, meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS dari sesama jenis
ini karena perkembangan kasus LGBT saat ini semakin berkembang. Padahal,
itu merupakan salah satu contoh masyarakat yang tidak menerapkan pola
hidup bersih, bahkan cenderung dapat merusak kesehatan dan kondisi tubuh
dengan kebiasaan yang tidak baik.
"Jelas LGBT itu penyimpangan, baik dari aturan kesehatan maupun agama
itu dilarang. Risiko terhadap tertularnya penyakit terutama HIV/AIDS
sangat besar." [sindo]
