Wah Ternyata Melakukan Seks Sehat Bersama Pasangan, Menjadi Olahraga Paling Efektif

Berikut penuturan Dr. Mulyadi Tedjapranata.MD, Direktur dari Medizone Clinic tentang bagaimana eratnya kaitan seks dengan olahraga.

Setiap manusia normal tentunya punya dorongan seksual. Dorongan seksual inilah yang menyebabkan orang ingin melakukan aktivitas seksual yaitu segala bentuk perilaku yang muncul karena adanya rangsangan seksual. Banyak orang yang menganggap hubungan seks dan aktivitas seks bisa dijadikan olahraga. Seks dan olahraga memang memiliki beberapa kesamaan.

Apakah seks dapat dijadikan olahraga ?
Seks dan hubungan seks tidak tepat jika disamakan dengan olahraga, tetapi seks merupakan kegiatan bersifat fisik yang juga berdampingan dengan eksplorasi psikis. Kedua hal ini juga berkolaborasi dalam olahraga.

Bagaimana frekuensi sehat seks?
Tak ada aturan yang mengatur frekuensi kegiatan seks dapat dikatakan sehat.

Siapa saja yang bisa melakukan seks dengan metode olahraga?
Semua pasangan bisa melakukan hubungan seks dengan metode olahraga. Namun harus diperhatikan frekuensi hubungan seksual juga dipengaruhi faktor usia.

Adakah pengaruh postur tubuh, usia, penyakit yang diidap dan gaya yang dilakukan ketika melakukan aktivitas seks?
Pasti ada pengaruh dari postur tubuh, usia, penyakit yang diidap dan gaya yang dilakukan ketika melakukan olahraga seks.

Adakah posisi tertentu pada hubungan seks yang dapat dijadikan sebagai olahraga?
Posisi seks dengan berdiri dan merapat ke dinding, Woman On Top, Sitting Missionary

Perlukah melakukan pemanasan dan pendinginan dalam melakukan seks dengan metode olahraga ini?
Pemanasan dan pendinginan dalam melakukan hubungan seks dengan metode olahraga itu perlu.

Apa resiko yang dapat ditimbulkan ketika kegiatan seks dijadikan metode olahraga?
Resiko yang dapat ditimbulkan adalah menganggap bahwa hubungan seksual hanya didasari kebutuhan dan kegiatan fisik saja, tanpa diikuti kegiatan psikologik. Padahal bagi perempuan, aktivitas seksual dan hubungan seksual tidak semata didasari kebutuhan fisik.

Lalu bisakah seks menggantikan olahraga?
Profesor Wimpie Pangkahila berpendapat bahwa aktivitas seks dan hubungan seks tak sama dengan olahraga. Namun sama-sama memerlukan energi dan sama-sama kegiatan yang bersifat fisik dan psikis, tapi tak dapat dianggap sebagai pengganti olahraga walaupun MET-nya hampir sama. MET adalah Metabolic Equivalent Task. Satu MET sebanding dengan penggunaan oksigen 3,5 mililiter per kilogram berat badan per menit. Berdasarkan kemampuan fisik, orang dianggap bugar melakukan hubungan seksual bila mampu berjalan 1 kilometer dalam 15 menit atau mampu menaiki 20 anak tangga tanpa nyeri di dada atau terengah-engah saat hubungan seksual sebelum orgasme. LA
Lebih baru Lebih lama