Bisa menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)
Merah Putih dalam upacara pengibaran bendera HUT RI tentu menjadi sebuah
kebanggaan tersendiri. Tidak terkecuali bagi anak-anak dan remaja
Indonesia yang berada di Inggris.
Meski tinggal jauh dari Indonesia, mereka tetap bisa merayakan HUT
ke-71 RI dengan menjadi pasukan pengibar bendera di negeri pimpinan Ratu
Elizabeth II tersebut. Hal itu diakui oleh Raden Muhammad Anandra
Khalid Putra Natalegawa. Remaja 17 tahun itu merasa bangga karena bisa
menemukan jati dirinya saat bergabung di Paskibraka.
Anandra bertugas sebagai pengerek bendera Merah Putih bersama 10
orang anggota Paskibraka yang dilantik Dubes RI di London, Dr Rizal
Sukma, sebelum upacara bendera dilakukan di Wisma Nusantara. Pengukuhan
dilakukan kepada pasukan pengerek bendera merah putih atau yang dikenal
dengan Paskibra KBRI London 2016.
Upacara tersebut berlangsung dengan khidmat dan masing-masing remaja
mencium bendera merah putih dengan disaksikan langsung oleh orangtua
masing-masing. Hal itu menjadi bukti kehormatan serta kecintaan mereka
terhadap nusa dan bangsa.
Anandra juga tidak ketinggalan mencium bendera merah putih. Kedua
orangtuanya, Zulinda Tando dan Berry Natalegawa pun merasa haru dan
bangga. Siswa yang bersekolah di Mill Hill County itu mengatakan,
terpilihnya sebagai Paskibra memberikan pengalaman yang menarik.
"Kesempatan ini memberikan saya kesempatan untuk lebih mengenal diri
saya," ujar Anandra yang hobi membaca dan selalu ingin mengetahui
sejarah seni budaya Indonesia.
Remaja yang dilahirkan di luar negeri, khususnya di Inggris mempunyai
hak untuk menjadi warga Inggris dan itu pun terpikirkan oleh Anandra
yang bisa memilih menjadi warga negara Inggris atau memilih menjadi
orang Indonesia.
Sang bunda pun merasa kaget saat Anandra bertanya mengenai status kewarganegaraannya. Sebagai anak yang dilahirkan di Inggris, Anandra
yang pada tahun depan berusia 18 tahun itu bisa menentukan apakah ia mau
tetap memegang paspor Indonesia atau Inggris.
Tapi yang lucu, setelah membaca persyaratannya dengan tegas, Anandra
berkata akan tetap memilih menjadi warga negara Indonesia (WNI) karena
dirinya bercita-cita menjadi Presiden.
Anandra tidak sendiri, Aisyah Sobirin, putri semata wayang Pak
Sobirin dan Ibu Nanik itu pun lahir dan besar di Inggris, sehingga
bahasa sehari-hari yang ia pakai adalah bahasa Inggris. Namun, setelah
mengikuti latihan Paskibraka, rasa nasionalisme pun tumbuh di dalam
dirinya. "Bangga bisa ikutan Paskibra," ujar Aisyah.
Lain lagi yang disampaikan oleh Keumala Irina Sukma. Menjadi
Paskibraka membuatnya mendapat pengalaman tersendiri, apalagi ia
bertugas untuk menerima bendera dari inspektur upacara. "Ada presure
juga sih," ujar putri Dubes Rizal Sukma.
Para remaja Indonesia yang besar dan lahir di luar negeri mendapat
kesempatan untuk mengibarkan bendera merah putih dalam HUT RI.
Kesempatan ini menjadi suatu kebanggaan untuk mereka.
Sebanyak 12 remaja putra dan putri diplomat, serta masyarakat
Indonesia di London dilantik sebagai anggoga Paskibraka KBRI London.
Mereka bertugas mengibarkan bendera dalam upacara HUT ke-71 RI yang
berlangsung di Wisma Nusantara.
Sementara itu, Dubes Rizal Sukma dalam pesannya kepada para remaja
Indonesia mengatakan, kemerdekaan mengingatkan kita pada tugas utama
sebagai duta-duta bangsa di Inggris, bekerja untuk kemakmuran dan
kemajuan bangsa.
"Kita bekerja untuk menjadikan Indonesia poros maritim dunia," ujarnya.
Rizal menambahkan, keikutsertaan para remaja tersebut sebagai
Paskibraka akan menjadi bekal untuk menjalankan peran mereka di masa
depan dalam membangun bangsa. "Jangan pernah mengecewakan para pendiri
bangsa," ujarnya.
Anggota Paskibraka KBRI London 2016 terdiri atas Keumala Irina Sukma,
putri bungsu Dubes Rizal Sukma dan Hana A Satriyo; Nadila S Rahmadina,
putri diplomat KBRI London Dindin; Jessica A A Satrio; Dyandra Saputra;
Zahra Prilia Kinanti; Asha Aulia; Rania; Alfie Djamallullail; Aisya
Sobirin; Yasmin Ibrahim; dan Aaron Dylan Blanco. (afr)
