Masih berusia 13 tahun, Mirnawati sudah
akan dinikahkan. Murid SD ini kini menghilang secara misterius dua hari
jelang pernikahannya dengan Siman, duda berusia 35 tahun. Padahal semua
persiapan pernikahan telah digelar, nampak janur kuning, undangan ke 500
tamu telah disebarkan. Sang orang tua Minawati menjadi cemas, ia pun
melapor ke Polsek Citeureup Bogor.
Ayah Mirnawati, Jamain
mengatakan, dia bersama keluarga sudah mendirikan tenda pengantin di
rumahnya di Kampung Tajur Tapos, RT 18/6, Desa Hambalang, Kecamatan
Citeureup. Namun, dua hari sebelum pernikahan, bocah 13 tahun itu tak
kunjung pulang ke rumah.
Acara pernikahan murid SD tetap
berlangsung pada 4 September, meski tanpa mempelai. Sang ayah, Jamain,
berusaha menutupi kepada tamu undangan perihal ketiadaan mempelai yang
seharusnya duduk manis di pelaminan. Hingga sore hari, kedua mempelai
tak juga menunjukkan batang hidungnya. Sementara, tamu undangan sudah
memenuhi rumah Jamain.
Merasa ada yang aneh, Jamain lantas
menghubungi Siman dan memintanya datang ke rumahnya. Sebab, hari itu
merupakan hari pernikahannya. Sore harinya Siman lalu mendatangi rumah
Jamain. Namun, tak ada sosok Wati bersamanya. Kecurigaannya makin
bertambah karena Siman tak menunjukkan raut cemas atau apa pun panik
kala itu.
"Dia biasa saja pas datang ke rumah saya. Padahal itu
kan hari pernikahannya, minimal ada persiapan atau apa gitu. Tapi ini
cuek meskipun calon istrinya tidak pulang-pulang," kata Jamain.
Jamain
pun langsung memberondong Siman dengan rentetan pertanyaan mengenai
keberadaan putrinya. Namun, Siman mengaku tak mengetahui keberadaannya.
Padahal, dua hari sebelum pesta pernikahan, Wati (sapaan akrab
Mirnawati) diantarkan sang paman bertemu Siman di salah satu SPBU di
kawasan Citeureup.
"Tanggal 2 pas hari Jumat anak saya izin
bertemu SN. Dia lalu dibawa pakai mobil putih. Saya pikir mau diajak
nyari perlengkapan nikah, makanya saya izinin," terangnya.
Sejak
saat itu, Wati tak pernah lagi kelihatan batang hidungnya. Dengan tanpa
ekspresi, Siman mengaku tak mengetahui keberadaan Wati. Menurutnya, Wati
langsung diantarkannya ke tempat semula ia jemput setelah selesai pergi
bersamanya.
"Pas saya tanya ke mana anak saya, dia bilang tidak
tahu. Katanya terakhir ketemu Wati diturunin di tempat semula karena
nggak mau diantar sampai rumah," sambung Jamain.
Jamain
menceritakan, anaknya mengenal Siman karena sering melihatnya saat
berada di proyek pengerjaan jalan di kampungnya. Siman sendiri merupakan
pemborong atau mandor proyek tersebut. Dari seminggu perkenalan, Siman
langsung meminta izin kepada Jamain untuk mempersunting Wati.
Niat Siman pun disambut baik. Setelah Wati mengiyakan ajakan Siman, Jamain pun bergegas menentukan tanggal pernikahannya.
"Waktu
itu anak saya diminta berhenti kerja, padahal baru empat hari masuk.
Karena saya pikir tujuannya baik ya saya terima. Dia juga sudah ngasih
uang Rp5 juta untuk keperluan penghulu dan surat nikah," akunya.
Setelah
sempat hilang kontak, Wati akhirnya menghubungi Jamain pada Senin
(26/9/2016) lalu. Melalui sambungan telepon, Wati mengaku sedang berada
di Cibubur dan akan segera pulang. Namun, hingga kini Wati tak juga
kembali ke rumah.
"Terakhir dia nelepon katanya sore mau pulang
dan minta saya nunggu di Citeureup. Saya tunggu tapi nggak ada-ada juga.
Habis itu nomornya nggak aktif-aktif lagi sampai sekarang," aku Jamain.
Karena khawatir terjadi hal yang tidak
baik, dirinya pun langsung melaporkan kehilangan anaknya ke Polres Bogor
pada Senin (26/9/2016). Jamain berharap anaknya bisa segera ditemukan
dan kembali di tengah-tengah mereka.
"Sebelumnya saya juga sudah
lapor ke Polsek Citeureup. Tapi karena ini kasus penculikan saya
langsung diarahkan melapor langsung ke Polres Bogor. Yang saya tahu,
terakhir kali anak saya pergi dengan Siman," tandasnya.
Terpisah,
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Bogor
Aiptu Isa Ismail mengaku masih mendalami kasus ini. Namun, dirinya belum
bisa memastikan jika Wati menjadi korban penculikan.
"Informasinya
terakhir kali korban diantar pamannya untuk bertemu calon suaminya atas
seizin orang tuanya. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan untuk
melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Isa.
