Perserikatan Bangsa-Bangsa menuai kecaman dari dalam setelah menunjuk tokoh fiksi Wonder Woman sebagai Duta Kehormatan untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak gadis.
Para staf badan dunia itu membuat petisi agar PBB meninjau kembali pilihan atas Wonder Woman, "wanita kulit putih berpayudara besar dengan proporsi badan mustahil, dibungkus pakaian minim yang ketat menunjukkan lekuk tubuh dengan motif bendera Amerika dan sepatu boot hingga lutut".
Petisi itu mengungkapkan rasa kecewa bahwa PBB "tidak mampu menemukan seorang perempuan nyata yang bisa menjadi duta hak semua perempuan terkait isu persamaan gender dan berjuang demi pemberdayaan mereka."
Para pengkritik juga mengatakan mereka bisa dengan gampang menunjukkan daftar wanita-wanita luar biasa yang akan mampu mengemban tugas ini.
Stéphane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB, membela keputusan itu pekan lalu dengan mengatakan bahwa untuk menjangkau kaum muda dan audiens di luar gedung PBB, mereka butuh pendekatan yang kreatif.
"Saya kira ini merupakan cara baru dan kreatif kami untuk menjangkau audiens yang berbeda dengan pesan penting tentang pemberdayaan perempuan. Tujuan menggunakan tokoh kartun -- entah Angry Birds atau Wonder Woman -- bukanlah untuk menjangkau orang-orang seperti saya dan Anda," ujarnya.
