Emosional sehat menjadi kunci perkembangan psikologis dan psikososial siswa remaja. Remaja dengan emosional sehat, akan siap menerima pelajaran dan berprestasi di sekolah sesuai minat dan bakatnya.
“Jika siswa memiliki emosional sehat dan memiliki hubungan intrapersonal yang positif di sekolah, maka siswa akan lebih siap dalam kegiatan akademik dan mendapatkan hasil yang baik,” kata Brenton Hall, Principal Australian Independent School (AIS) di Pejaten, Jakarta, Rabu (8/11).
Brenton mengatakan, membangun emosional sehat pada siswa remaja bukan perkara mudah. Harus ada kerja sama yang kuat dan terus-menerus antara pihak sekolah dan orang tua di rumah. “Di lingkungan sekolah, sekolah harus fokus pada pengajaran yang mendukung keseimbangan emosi dan sosial siswa, yaitu Social and Emotional Thinking (SET). Program SET diharapkan dapat menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan menangani emosi, memiliki kemampuan problem solving, memiliki kepercayaan diri, punya empati, serta hubungan interpersonal yang baik dengan lingkungan sekitar,” tegas Brenton.
Linzi Band, pengajar SET di AIS menerangkan, kemampuan SET siswa remaja harus terus-menerus diasah. “Siswa diberi kegiatan yang interaktif dan diberi pemahaman berpikir dan bertindak positif dalam menghadapi situasi yang berbeda-beda di lingkungan dan komunitas mereka,” kata Linzi.
Topik-topik SET yang diajarkan dan diasah adalah topik yang dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa SMP dan SMA, termasuk mengenai budi pekerti, pemahaman diri sendiri dan orang lain, menghargai orang lain, pengendalian emosi, komunikasi yang efektif, kepemimpinan, cybersafety, mengatasi kecanduan, dan lainnya. “Gak ada kasus bully kalau siswa sudah memiliki keseimbangan emosi dan sosial,” kata Linzi.
Para orang tua juga dilibatkan di proses membangun SET ini lewat berbagai workshop di sekolah. Tujuannya agar sekolah dan rumah memiliki visi dan misi yang sama bagaimana membangun SET siswa, baik di sekolah dan di rumah.
Linzi pun memberikan tips bagaimana membangun rasa percaya diri anak, sebagai bagian dari SET.
“Jika siswa memiliki emosional sehat dan memiliki hubungan intrapersonal yang positif di sekolah, maka siswa akan lebih siap dalam kegiatan akademik dan mendapatkan hasil yang baik,” kata Brenton Hall, Principal Australian Independent School (AIS) di Pejaten, Jakarta, Rabu (8/11).
Brenton mengatakan, membangun emosional sehat pada siswa remaja bukan perkara mudah. Harus ada kerja sama yang kuat dan terus-menerus antara pihak sekolah dan orang tua di rumah. “Di lingkungan sekolah, sekolah harus fokus pada pengajaran yang mendukung keseimbangan emosi dan sosial siswa, yaitu Social and Emotional Thinking (SET). Program SET diharapkan dapat menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan menangani emosi, memiliki kemampuan problem solving, memiliki kepercayaan diri, punya empati, serta hubungan interpersonal yang baik dengan lingkungan sekitar,” tegas Brenton.
Linzi Band, pengajar SET di AIS menerangkan, kemampuan SET siswa remaja harus terus-menerus diasah. “Siswa diberi kegiatan yang interaktif dan diberi pemahaman berpikir dan bertindak positif dalam menghadapi situasi yang berbeda-beda di lingkungan dan komunitas mereka,” kata Linzi.
Topik-topik SET yang diajarkan dan diasah adalah topik yang dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa SMP dan SMA, termasuk mengenai budi pekerti, pemahaman diri sendiri dan orang lain, menghargai orang lain, pengendalian emosi, komunikasi yang efektif, kepemimpinan, cybersafety, mengatasi kecanduan, dan lainnya. “Gak ada kasus bully kalau siswa sudah memiliki keseimbangan emosi dan sosial,” kata Linzi.
Para orang tua juga dilibatkan di proses membangun SET ini lewat berbagai workshop di sekolah. Tujuannya agar sekolah dan rumah memiliki visi dan misi yang sama bagaimana membangun SET siswa, baik di sekolah dan di rumah.
Linzi pun memberikan tips bagaimana membangun rasa percaya diri anak, sebagai bagian dari SET.
- Bangun pikiran positif remaja, baik terhadap dirinya sendiri maupun kepada orang lain
- Jangan menghakiminya bila remaja berbuat salah.
- Katakan bahwa kesalahan akan membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.
