Banyak pernikahan yang karam di tengah jalan, entah karena merasakan ketidakcocokan, adanya kekerasan dalam rumah tangga, campur tangan pihak ketiga, pengkhianatan, dan lain sebagainya.
Akan tetapi hanya karena pernah gagal, haruskah menutup diri dari kemungkinan pernikahan lainnya?
Berikut ini beberapa alasan mengapa tidak perlu merasa takut untuk menikah lagi:
Menikah bisa lebih menjaga kehormatan dan akan selalu diberi pertolongan oleh Allah, daripada terus-menerus sendirian
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah Swt., seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.” (HR. Thabrani)
Jika dengan menikah lagi bisa lebih menjaga kehormatan dan kemuliaan diri, serta dijamin mendapatkan pertolongan dari Allah, mengapa enggan melakukannya?
Kegagalan pernikahan terdahulu jangan dijadikan trauma, melainkan pelajaran!
Pengalaman merupakan pelajaran hidup yang paling mahal. Kita dapat menjadikannya sebagai 'kaca spion' yang cukup ditengok sesekali untuk memastikan langkah bagi masa depan, kaca spion tak pernah memperlihatkan apa yang terjadi di depan, maka jangan terpengaruh apalagi merasa takut dengan apa yang terlihat di kaca spion.
Cari tahu apa yang menyebabkan karamnya pernikahan sebelumnya, apakah telah melakukan ta'aruf dengan detail dan menyeluruh, pelajari apa yang perlu diubah dari sifat dan kebiasaan buruk kita, sudahkah kita melakukan shalat istikhoroh sebelum melangsungkan pernikahan sebelumnya? Karakter seperti apakah yang perlu dihindari untuk dijadikan pasangan hidup kita?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat mudah terjawab jika kita menjadikan pernikahan sebelumnya sebagai pelajaran dan bukannya malah trauma. Dengan pengalaman sebelumnya pun, kita bisa lebih mengenal karakteristik lawan jenis, mana yang bersifat baik dan mana yang buruk.
Menikah lagi bisa menghindari diri dari fitnah
Dengan status menikah, bagi seorang wanita akan memiliki seorang penjaga, dan bagi seorang pria akan memiliki seorang pendamping. Hal ini tentu saja akan melenyapkan fitnah di masyarakat, ketimbang jika kita terus bertahan menjadi single setelah merasakan kegagalan pernikahan sebelumnya.
Tidak semua pria atau wanita itu buruk!
Pasti ada pria shaleh atau wanita shalehah yang akan menghancurkan pikiran buruk kita tentang pengalaman berhubungan dengan lawan jenis di masa lalu. Ketika kita meyakini adanya pria shaleh dan wanita shalehah tersebut, in syaa Allah kita akan dipertemukan jika memang kita berdoa dan berusaha untuk memantaskan diri mendapatkannya.
Demikianlah beberapa hal yang semestinya bisa menjadi alasan mengapa perlu menikah lagi meskipun pernah mengalami pahitnya kegagalan sebuah pernikahan.
Akan tetapi hanya karena pernah gagal, haruskah menutup diri dari kemungkinan pernikahan lainnya?
Berikut ini beberapa alasan mengapa tidak perlu merasa takut untuk menikah lagi:
Menikah bisa lebih menjaga kehormatan dan akan selalu diberi pertolongan oleh Allah, daripada terus-menerus sendirian
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah Swt., seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.” (HR. Thabrani)
Jika dengan menikah lagi bisa lebih menjaga kehormatan dan kemuliaan diri, serta dijamin mendapatkan pertolongan dari Allah, mengapa enggan melakukannya?
Kegagalan pernikahan terdahulu jangan dijadikan trauma, melainkan pelajaran!
Pengalaman merupakan pelajaran hidup yang paling mahal. Kita dapat menjadikannya sebagai 'kaca spion' yang cukup ditengok sesekali untuk memastikan langkah bagi masa depan, kaca spion tak pernah memperlihatkan apa yang terjadi di depan, maka jangan terpengaruh apalagi merasa takut dengan apa yang terlihat di kaca spion.
Cari tahu apa yang menyebabkan karamnya pernikahan sebelumnya, apakah telah melakukan ta'aruf dengan detail dan menyeluruh, pelajari apa yang perlu diubah dari sifat dan kebiasaan buruk kita, sudahkah kita melakukan shalat istikhoroh sebelum melangsungkan pernikahan sebelumnya? Karakter seperti apakah yang perlu dihindari untuk dijadikan pasangan hidup kita?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat mudah terjawab jika kita menjadikan pernikahan sebelumnya sebagai pelajaran dan bukannya malah trauma. Dengan pengalaman sebelumnya pun, kita bisa lebih mengenal karakteristik lawan jenis, mana yang bersifat baik dan mana yang buruk.
Menikah lagi bisa menghindari diri dari fitnah
Dengan status menikah, bagi seorang wanita akan memiliki seorang penjaga, dan bagi seorang pria akan memiliki seorang pendamping. Hal ini tentu saja akan melenyapkan fitnah di masyarakat, ketimbang jika kita terus bertahan menjadi single setelah merasakan kegagalan pernikahan sebelumnya.
Tidak semua pria atau wanita itu buruk!
Pasti ada pria shaleh atau wanita shalehah yang akan menghancurkan pikiran buruk kita tentang pengalaman berhubungan dengan lawan jenis di masa lalu. Ketika kita meyakini adanya pria shaleh dan wanita shalehah tersebut, in syaa Allah kita akan dipertemukan jika memang kita berdoa dan berusaha untuk memantaskan diri mendapatkannya.
Demikianlah beberapa hal yang semestinya bisa menjadi alasan mengapa perlu menikah lagi meskipun pernah mengalami pahitnya kegagalan sebuah pernikahan.
