Hubungan baik di sektor ekonomi antara Indonesia dengan Taiwan diyakini akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Keyakinan itu juga dimiliki Atunas yang merupakan merek perlengkapan outdoor nomor satu di Taiwan.
”Merek ini sudah berusia 41 tahun. Di Taiwan penduduknya cuma 23 juta sedangkan di Indonesia hampir 240 juta atau 11 kali dari Taiwan sehingga kami berniat untuk memasukkan produk kami ke sana. Alam dan iklim di Taiwan dan Indonesia tak jauh berbeda sehingga saya yakin produk ini akan bisa diterima pasar Indonesia,” kata Nick, vice presiden Atunas, saat ditemui di salah satu gerai Atunas di Taichung, Taiwan, pekan lalu.
Nick—yang namanya memang dibuat singkat untuk memudahkan panggilan—mengatakan jika Atunas awalnya hanya memproduksi sandal pantai di tahun 1975. Kemudian berkembang menjadi peralatan fitness, alat olahraga air dan lalu alat-alat outdoor untuk keperluan di gunung.
”Tujuh puluh lima persen produk yang kami jual adalah kaos-kaos dry fit. Pada 1991 kami mulai buka toko dan bisnis kami mengalami booming pada 1995-2000. Saat itu dalam satu tahun kami bisa membuka delapan toko di Taiwan dan kini kami terus mengembangkan pasar luar negeri. Yang cocok untuk Indonesia misalnya kaos dan jaket anti nyamuk ini,” ujar Nick yang lahir dan besar di Taichung.
Menurutnya jika seseorang mengenakan kaos ini -- meski dia tidak menyebutkan apa bahannya -- bisa dipastikan nyamuk akan segera pergi menjauh, sehingga cocok dikenakan penduduk Indonesia yang kerap diserang malaria atau demam berdarah karena gigitan nyamuk.
Atunas juga mempunyai beberapa pakaian yang dikonsep untuk bisa membuang panas dari tubuh sehingga tubuh tetap kering namun, pada saat yang sama, mencegah air dari luar untuk masuk ke dalam jika dikenakan saat hujan.
”Di Tiongkok kami sudah masuk, Filipina dan Thailand kami sudah lakukan market research termasuk Indonesia. Target kami tahun depan masuk di Indonesia. Tidak buka sendiri tapi join dengan pengusaha lokal, distributor dan juga website. Kalau permintaannya bagus, maka kami akan produksi di sana,” janjinya.
Menurut Nick, hal lain yang tidak dimiliki kompetitor adalah garansi selama satu tahun. Misalnya jika seseorang membeli jaket Atunas dan belum setahun benang atau jahitannya sudah lepas maka hal ini bisa diklaim untuk kemudian di servis oleh Atunas.
”Dengan cara ini maka pelanggan kami akan loyal dan balik lagi,” sambungnya
Penulis: Farouk Arnaz/HA
”Merek ini sudah berusia 41 tahun. Di Taiwan penduduknya cuma 23 juta sedangkan di Indonesia hampir 240 juta atau 11 kali dari Taiwan sehingga kami berniat untuk memasukkan produk kami ke sana. Alam dan iklim di Taiwan dan Indonesia tak jauh berbeda sehingga saya yakin produk ini akan bisa diterima pasar Indonesia,” kata Nick, vice presiden Atunas, saat ditemui di salah satu gerai Atunas di Taichung, Taiwan, pekan lalu.
Nick—yang namanya memang dibuat singkat untuk memudahkan panggilan—mengatakan jika Atunas awalnya hanya memproduksi sandal pantai di tahun 1975. Kemudian berkembang menjadi peralatan fitness, alat olahraga air dan lalu alat-alat outdoor untuk keperluan di gunung.
”Tujuh puluh lima persen produk yang kami jual adalah kaos-kaos dry fit. Pada 1991 kami mulai buka toko dan bisnis kami mengalami booming pada 1995-2000. Saat itu dalam satu tahun kami bisa membuka delapan toko di Taiwan dan kini kami terus mengembangkan pasar luar negeri. Yang cocok untuk Indonesia misalnya kaos dan jaket anti nyamuk ini,” ujar Nick yang lahir dan besar di Taichung.
Menurutnya jika seseorang mengenakan kaos ini -- meski dia tidak menyebutkan apa bahannya -- bisa dipastikan nyamuk akan segera pergi menjauh, sehingga cocok dikenakan penduduk Indonesia yang kerap diserang malaria atau demam berdarah karena gigitan nyamuk.
Atunas juga mempunyai beberapa pakaian yang dikonsep untuk bisa membuang panas dari tubuh sehingga tubuh tetap kering namun, pada saat yang sama, mencegah air dari luar untuk masuk ke dalam jika dikenakan saat hujan.
”Di Tiongkok kami sudah masuk, Filipina dan Thailand kami sudah lakukan market research termasuk Indonesia. Target kami tahun depan masuk di Indonesia. Tidak buka sendiri tapi join dengan pengusaha lokal, distributor dan juga website. Kalau permintaannya bagus, maka kami akan produksi di sana,” janjinya.
Menurut Nick, hal lain yang tidak dimiliki kompetitor adalah garansi selama satu tahun. Misalnya jika seseorang membeli jaket Atunas dan belum setahun benang atau jahitannya sudah lepas maka hal ini bisa diklaim untuk kemudian di servis oleh Atunas.
”Dengan cara ini maka pelanggan kami akan loyal dan balik lagi,” sambungnya
Penulis: Farouk Arnaz/HA
