Penolakan konser Lady Gaga di Indonesia disebabkan banyak faktor. Salah satunya, pelantun “Alejandro” itu dianggap sebagai pengikut aliran setan. Anggapan itu dibenarkan paranormal Ki Kusumo.
Paranormal yang juga Produser itu meyakini, Lady Gaga merupakan penyanyi yang memuja setan di setiap aksinya. Karena hal itu, Ki Kusumo turut mendukung penolakan terhadap konser Lady Gaga di Indonesia.
"Entah apa itu nama setannya, namun dari video yang pernah saya lihat memang gerakan-gerakan dan tarian Lady Gaga saat di atas panggung bentuknya seperti sebuah prosesi ritual pemujaan setan," ujar Ki Kusumo saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
Ki Kusumo pun mendukung agar konser Lady Gaga dibatalkan. Karena produser film Drakula Cinta ini yakin, Lady Gaga akan membawa dampak buruk bagi generasi muda Indonesia.
"Lady Gaga ini penggemarnya mayoritas remaja, anak muda yang secara mental masih labil, dan gampang terpengaruh. Yang dikhawatirkan aksi panggung seperti prosesi ritual pemujaan ini berdampak negatif bagi mereka. Makanya saya dukung konser Lady Gaga dibatalkan," tandasnya. | Maria Cicilia Galuh, Okezone
Paranormal yang juga Produser itu meyakini, Lady Gaga merupakan penyanyi yang memuja setan di setiap aksinya. Karena hal itu, Ki Kusumo turut mendukung penolakan terhadap konser Lady Gaga di Indonesia.
"Entah apa itu nama setannya, namun dari video yang pernah saya lihat memang gerakan-gerakan dan tarian Lady Gaga saat di atas panggung bentuknya seperti sebuah prosesi ritual pemujaan setan," ujar Ki Kusumo saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
Ki Kusumo pun mendukung agar konser Lady Gaga dibatalkan. Karena produser film Drakula Cinta ini yakin, Lady Gaga akan membawa dampak buruk bagi generasi muda Indonesia.
"Lady Gaga ini penggemarnya mayoritas remaja, anak muda yang secara mental masih labil, dan gampang terpengaruh. Yang dikhawatirkan aksi panggung seperti prosesi ritual pemujaan ini berdampak negatif bagi mereka. Makanya saya dukung konser Lady Gaga dibatalkan," tandasnya. | Maria Cicilia Galuh, Okezone
