Wanita Malam - Apakah Anda termasuk orang yang penasaran untuk mengetahui, apakah
ciri fisik wanita yang Anda kenal atau wanita disekitar Anda sering
melakukan hubungan badan?
Meski tidak begitu penting, Orang lain
juga bisa melihat tanda-tanda jika wanita tersebut sering melakukan
hubungan badan. Karena ternyata, ada beberapa tand- tanda wanita tesebut
sering melakukan seks, dan itu bisa Anda kenali dari luar lho Dikutip
dari Your Tango, berikut ini adalah 8 tanda fisik kalau seorang wanita
sering melakukan hubungan badan.
Lebih Terangsang Untuk sering melakukan hubungan badan
“Semakin positif pengalaman seksual seorang wanita, semakin ia
menginkan seks kedepannya. Bagi wanita yang mengalami menopause, salah
satu dampak samping melakukan seks beberapa kali seminggu adalah
pencegahan penyempitan vagina, yang dapat menyakitkan selagi
bersetubuh.”
Wanita jadi lebih rentan kepada infeksi saluran kemih
Kaum wanita sepakat bahwa infeksi saluran kemih menjadi bagian dari kenyataan keberadaannya.
Dr. Leah Millheiser dari Nuelle mengatakan, “Kebanyakan wanita yang
aktif secara seksual akan mengalami infeksi saluran kemih dalam
hidupnya. Infeksi tersebut muncul karena bakteri (biasanya bakteri E.
coli) yang mengelilingi bukaan vagina merambat ke dalam kantung kemih
sewaktu dan sesudah hubungan seks.”
“Cara terbaik pencegahan? Jika
bisa, mandilah sebelum melakukan seks dan bilaslah daerah bukaan kelamin
dengan pembersih yang lembut. Ini akan membantu mengurangi jumlah
bakteri yang ada.”
Queefing akan menjadi lebih sering
Queefing dapat terjadi ketika melakukan hubungan badan dengan berapi-api. Ya, memang memalukan, tapi itu normal.
Kata Dr. Millheiser, “Queefing adalah letupan udara yang terdengar
ketika kantong udara terdesak keluar vagina. Queefing tidak hanya
terjadi saat wanita melakukan hubungan badan saja, melainkan, kaum
wanita terkadang mengalaminya ketika melakukan kegiatan fisik (misalnya
yoga dan Pilates).”
“Gerakan pada senam Kegels dapat membantu mengurangi kejadian queefing karena memperkuat landasan pelvik.”
Wajah menjadi merona
Selagi terangsang secara seksual, pembuluh-pembuluh darah di bawah
kulit membesar sehingga menimbulkan pendar kemerahan di dada dan wajah
wanita, kata Millheiser. Ini adalah tanggapan normal dari sistem syaraf
kita dan menjadi tanda bahwa semuanya berjalan baik.
Meningkatnya ambang rasa sakit
“Selagi terangsang secara seksual, ambang rasa sakit seorang wanita
malah meningkat, yang artinya mereka tidak terlalu merasakan sakit
dibandingkan ketika mereka sedang tidak melakukan seks,” kata Dr.
Millheiser.
Wanita merasa sangat santai
Seks melepaskan ketegangan, menurunkan tingkat stres dan membuat tidur nyenyak.
Kata Dr. Jess, seorang seksolog untuk Astroglide, “Bagian celebral
cortex di otak terhenti ketika sedang orgasme, sehingga cingulate cortex
dan amygdala mengirim pesan ke bagian-bagian lain dalam otak untuk
menghentikan semua gairah seks.”
“Hasilnya adalah tercetusnya
bahan-bahan kimia perangsang tidur seperti serotonin dan sejumlah opioid
yang melarutkan kita ke keadaan santai dan mengantuk.”
Mendadak ingin kencing
Walaupun para pakar menganjurkan agar wanita memang kencing sesudah
melakukan seks, kadang-kadang wanita merasa masih ingin kencing walaupun
kemih sudah kosong.
Sejumlah penjelasan yang mungkin adalah tekanan
fisik pada kantung kemih. Karena G-spot membengkak, kantung kemih
tertekan sehingga terasa seperti ingin kencing lagi.
Kontraksi otot-otot landasan pelvik yang terjadi selagi orgasme dapat mengubah persepsi subyektif tentang volume kemih.
Dan,
kata Dr. Jess, “Bagi beberapa wanita, kantong kemih mereka dapat terisi
selagi melakukan hubungan seks. Suatu penelitian mengungkapkan, bahkan
di antara mereka telah mengosongkan kantong kemihnya sebelum seks,
beberapa di antaranya terisi lagi sewaktu rangsangan seks meningkat.”
Liang dubur akan terbiasa melumasi diri
Yang ini terjadi kalau seorang wanita melakukan dan menikmati seks melalui dubur.
Kata Casey Calvert, seorang pelakon adegan dewasa, “Bagi banyak orang,
ketika tubuh mereka menjadi terbiasa dengan sesuatu di belakang sana,
dubur mulai melumasi diri. Usus besar memang mengeluarkan lendir untuk
kegiatan normal (yaitu BAB), dan menjadi terlatih untuk mengeluarkan
lendir yang sama untuk seks secara anal.”
Ia melanjutkan, “Selama
lendirnya tidak berwarna merah (yang artinya ada luka dalam yang harus
diperiksakan ke dokter), hal itu sehat-sehat saja.” Faidah
