Khusus Untuk yang sudah menikah
Memainkan Bukit Kembar Sang Istri - Permainan inti memang selalu diinginkan dalam bercinta.
Tapi kalau Anda bisa membuat sesi foreplay jadi menyenangkan, pria
pasti akan betah berlama-lama. So, beri tahu si dia bahwa Anda ingin
sekali “dilayani” olehnya dengan serangan berikut saat pemanasan.
Talk Dirty
Anda
pasti menyukai saat si dia sudah menunjukkan gairahnya lewat desahan
atau erangan. Tapi, bisa bercinta dengan pria yang mampu berkomunikasi
selama sesi ini tentu akan membuat seks berbeda. Saat si dia mengumbar
kata-kata nakal langsung pada Anda, aksinya ini akan memanaskan
permainan dengan cepat – dan tentu juga libido Anda!
Perlama Stimulasi di Bukit Kembar
Coba
ingat-ingat berapa lama pasangan biasa bermain dengan bukit kembar saat
foreplay? Pria memang lebih sering fokus pada hal lain dan hanya
menyentuh payudara Anda dengan singkat. Mulai sekarang, katakan padanya
bahwa si bukit kembar ingin lebih lama “bermain” dengannya. Sssst...
selain dengan jari jemarinya, di area ini banyak sekali titik-titik
panas yang bisa ia rangsang dengan lidahnya lho.
Lebih Lama Melihat Anda Tampil... Polos!
Pasangan
tentu tak sabar bila melihat Anda sudah menunggunya dengan hanya
berbalut lingerie seksi di atas ranjang. Tapi kali ini, sampaikan
padanya bahwa pilihan Anda yang hanya menggunakan lingerie superseksi
ini hanya untuk si dia. Jadi, ada baiknya ia menikmati pemandangan indah
lekuk tubuh Anda di hadapannya lebih lama dari biasanya.
Undress Me, Slowly
Sebenarnya
tak perlu ciuman yang kasar atau sentuhannya di seluruh bagian tubuh
Anda. Aksi melucuti satu persatu pakaian Anda sebelum bercinta juga jadi
opsi foreplay yang seksi. Inilah waktu di mana Anda bisa merasakan
pasangan begitu menginginkan Anda sebelum berlanjut ke sesi intim
bersama.
Please, Jangan Malas!
Untuk foreplay kali ini, si dia
tak boleh malas. Kata kuncinya: Multitasking! Saat satu tangannya
bermain di area Miss Cheerful, arahkan satu tangannya yang lain untuk
bermain di seluruh bagian tubuh Anda, mulai dari bukit kembar, pinggang,
bokong, hingga leher Anda. Jangan biarkan juga bibir dan lidahnya
berdiam diri. Tak ada wanita yang sanggup menolak semua “serangan” ini! Nita Dewi
