Mengaku Nabi - Maraknya kehadiran sejumlah sosok aneh yang mengaku sebagai utusan
ALLAH SWT atau Nabi di Tanah Air, telah mengusik ketenangan ummat islam,
tak tanggung-tanggung mereka juga telah mempunyai ratusan pengikut dari
kalangan Ummat Islam awam.
Dan kini yang terbaru adalah munculnya Gus Jari bin Supardi (44)
yang bikin heboh karena mengaku nabi. Pria yang tinggal di Dusun Gempol,
Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa
Timur kini jadi omongan banyak pihak.
Namun, Jari bukanlah yang pertama sebagai orang di abad modern yang
mengaku nabi. Setidaknya, sebelumnya juga ada orang yang mengklaim
sebagai nabi dan menerima wahyu.
Lantas, siapa sajakah orang-orang di Indonesia yang mengaku sebagai nabi dan rasul?
Berikut ini adalah daftarnya:
Gus Jari bin Supardi
Gus Jari bin Supardi mendeklarasikan diri sebagai nabi terakhir. Ia
mengaku mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan menyatakan sebagai nabi
terakhir setelah Nabi Muhammad SAW.
Sebagai nabi penutup, Jari menyebut dirinya sebagai Nabi Isa Al
Habibullah. Lewat pondok pesantrennya yang diasuhnya, Kahuripan
Ash-Shiroth di Dusun Gempol, ia memiliki 100 pengikut.
Lia Aminuddin alias Lia Eden
Lia Aminuddin alias Lia Eden adalah pendiri agama Salamullah. Lia
Eden merupakan wanita kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 21 Agustus 1947.
Pemimpin kelompok kepercayaan bernama Kaum Eden ini mengaku mendapat
wahyu dari malaikat Jibril. Dia pun mengklaim sebagai nabi dan rasul
serta Imam Mahdi.
Wanita 69 tahun ini mengklaim bisa meramalkan kiamat. Klaim Lia Eden
sempat membuat para cendikiawan, seniman dan artis terpikat.
Namun, pengaruh Lia Eden perlahan terkikis setelah Mahkamah Agung memvonis 3 tahun penjara pada 2007 lalu.
Ahmad Musadeq
Ahmad Musadeq mulai terkenal karena mengaku sebagai nabi dan rasul
pada 23 Juli 2006. Musadeq menjadi nabi dan rasul aliran Alqiyadah
Al-Islamiyah.
Ia menafsirkan kitab suci dengan cara sendiri dan tidak mewajibkan pengikutnya salat dan puasa.
Musadeq mengaku mendapatkan wangsit bertapa di gunung Bunder, Bogor
Jawa Barat selama 40 hari 40 malam. Musadeq akhirnya diamankan polisi
dan mengaku bertaubat pada 9 November 2007.
Namun, Musadeq kembali muncul lewat organisasi dan aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang kini sedang heboh di tanah air.
Musadeq menjadi nabi dan rasulnya para pengikut Gafatar.
Cecep Solihin
Pria yang mengaku sebagai rasul ini ditangkap di Jalan Cinta Asih, RT
01/ 11, Kelurahan Samoja, Kecamatan Bandung Wetan, Bandung, Jawa Barat.
Selain mengaku nabi dan rasul, pria kelahiran 2 Agustus 1965 itu juga
mengajarkan doktrin-doktrin aneh yang membingungkan dan menyesatkan.
Cecep menyuruh pengikutnya jihad ke Aceh, meminjam uang ke bank tanpa
perlu mengembalikan, hingga mencuci otak pengikutnya untuk tidak
mengakui NKRI.
Ketika ditangkap pihak kepolisian, Cecep ngotot mengaku dirinya bukan nabi, melainkan hanya penyampai risalah.
Dedi Mulyana
Dedi Mulyana alias Eyang Ended berasal dari Banten. Dedi mengaku
memperoleh wangsit dari musyawarahnya dengan jin di laut. Nabi palsu ini
berprofesi sebagai dukun.
Eyang Ended merekrut pengikutnya dengan syarat menyetorkan uang
senilai Rp 5 juta. Nabi palsu ini juga menipu 30 wanita untuk melakukan
ritual keagamaan dengan jalan berhubungan badan. Aksi cabul inilah yang
mengantarkan Dedi Mulyana ke penjara setelah ditangkap pada Juni 2005
silam.
Ashriyanti Samuda
Ashriyanti Samuda mengklaim sebagai nabi sejak berusia 30 tahun.
Warga Kepulauan Sula, Maluku ini menerbitkan buku yang dicetaknya
sendiri kemudian disebarkan kepada masyarakat setempat.
Ashriyanti sempat berniat menyampaikan sabdanya kepada presiden pada
2014 lalu lewat bukunya berjudul Pemimpin yang Diutus Cahaya dari
Indonesia Timur for Presiden RI 2014. Buku ilegal ini sampai ke MUI
Maluku Utara. Nabi palsu ini akhirnya disidang pada 15 Juni 2012 lalu.
Sutarmin
Sutarmin muncul di lereng Gunung Lawu pada 2013 lalu. Nabi palsu ini
adalah guru agama yang meneruskan ajaran pendahulunya Rochmad.
Rochmad dan pengikutnya diketahui menyimpang dari ajaran Islam.
Mereka mengganti nama Nabi Muhammad dalam syahadat dengan nama Rochmad.
Ahmad Mukti
Ahmad Mukti adalah putra Lia Aminuddin alias Lia Eden. Ahmad Mukti dipercaya oleh pengikut sebagai reinkarnasi Nabi Isa.
Kepercayaan itu muncul lantaran Lia Eden pernah menerbitkan buku berjudul Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir (PAMST).
Dalam buku itu dipaparkan bahwa sosok Lia Eden multifungsi. Lia Eden
tak hanya sebagai Imam Mahdi, tapi juga sosok Maryam yang melahirkan
Nabi Isa.
Raga Lia dijadikan media tempat Jibril memberi ilmu dan berbagai petunjuk mengenai dunia-akhirat.
Ketika Jibril berbicara melalui raganya, Lia Eden mengaku dalam keadaan sadar, bukan kesurupan. (awa/jpg/jpnn)
