Berprofesi menjadi pilot banyak
dicita-citakan oleh setiap pelajar. Hal ini juga dialami oleh Naomi
Aldisa. Meski seorang perempuan, Naomi tak tanggung-tanggung meraih
mimpinya. Ia bahkan rela untuk masuk sekolah pilot sampai ke Selandia
Baru.
Gadis berusia 19 tahun itu kini tercatat sebagai mahasiswa di Eagle
Flying School, Auckland, Selandia Baru. Pilihan tersebut didasari oleh
minatnya di bidang aviasi serta untuk mewujudkan cita-citanya menjadi
pilot.
"Saya bersekolah di Selandia Baru karena saya dengar negara ini
adalah salah satu tempat teraman untuk hidup. Penduduknya juga ramah,"
ujarnya.
Impian Naomi memang sedikit berbeda dari remaja Indonesia pada
umumnya. Bagi anak kedua dari empat bersaudara tersebut, profesi sebagai
pilot sangat menantang. Pasalnya, pilot memegang tanggung jawab pada
kepercayaan, termasuk keselamatan seluruh penumpang.
"Saya juga suka berwisata sehingga untuk menjadi pilot saya tahu
bahwa mereka harus bertanggung jawab dengan kepercayaan penumpang yang
sudah diberikan," sebutnya.
Memutuskan sekolah pilot di Selandia Baru, Naomi pun harus
beradaptasi dengan lingkungan baru. Dia menceritakan, di hari pertama
sekolah, dara kelahiran 16 Mei 1997 ini menyempatkan waktu untuk
melihat-lihat tempat-tempat di sekitarnya agar tidak bingung ketika
beraktivitas.
"Ada penasihat dari sekolah dan juga instruktur yang sangat ramah. Mereka semua bersikap seperti teman", terangnya.
Selama menjalani studi, Naomi tinggal di asrama. Tak disangka,
kedatangannya disambut hangat oleh pemilik asrama. Naomi pun
berinteraksi dengan teman-temannya dan menjalin persahabatan yang akrab.
"Mereka bersahabat dan peduli terhadap saya. Saya pergi ke gereja
setiap minggu dan mereka memiliki komunitas pemuda Indonesia. Baik
pemilik asrama maupun komunitas mendorong saya untuk tetap semangat
dalam menempuh pendidikan dan kehidupan di Selandia Baru," tandasnya. (rfa)
